ANGGARAN INDUK BIX COMPANY

Posted: Mei 10, 2016 in Uncategorized

Anggaran Induk

Anggaran induk merupakan anggaran komprehensif untuk satu periode spesifik yang terdiri dari anggaran modal dan serangkaian anggaran operasi dan keuangan yang saling berkaitan.

  1. Anggaran Penjualan

Anggaran penjualan (sales budget) memiliki tiga komponen: ramalan volume penjualan, ramalan bauran penjualan, dan harga jual yang dianggarkan.

Faktor-faktor berikut ini seharusnya dipertimbangkan dalam peramalan penjualan:

  1. Tingkat penjualan pada saat ini dan tren penjualan pada beberapa tahun yang lain
  2. Kondisi ekonomi dan industri secara umum
  3. Tindakan kompetitor dan rencana operasi
  4. Kebijakan penentuan harga
  5. Kebijakan kredit
  6. Aktivitas periklanan dan promosi
  7. Pesanan yang tidak dapat dipenuhi

 

  1. Anggaran Produksi
  2. Anggaran produksi

Anggaran produksi (production budget) menunjukkan rencana produksi untuk suatu periode tertentu. Anggaran produksi dideskripsikan berdasarkan persamaan berikut ini:

Anggaran produksi (dalam unit) = anggaran penjualan (dalam unit) + persediaan akhir yang diinginkan (dalam unit) – persediaan awal (dalam unit)

  1. Anggaran pemakaian dan pembelian bahan baku langsung

Anggaran pemakaian bahan baku langsung (direct materials usage budget) menunjukkan jumlah dan biaya bahan baku langsung yang dianggarkan yang dibutuhkan oleh produksi. Anggaran pembelian bahan baku langsung (direct materials purchase budget) menunjukkan jumlah bahan baku langsung yang akan dibeli selama periode tersebut untuk memenuhi produksi dan persyaratan persediaan akhir bahan baku.

  1. Anggaran tenaga kerja langsung

Anggaran tenaga kerja yang bagus membantu perusahaan menghindari perekrutan secara mendadak, mencegah kekurangan tenaga kerja, dan mengurangi atau menghapus kebutuhan untuk memberhentikan karyawan.

  1. Anggaran overhead pabrik

Anggaran overhead pabrik mencakup seluruh biaya produksi selain biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.

  1. Anggaran harga pokok produksi dan harga pokok penjualan

Informasi dari anggaran harga pokok produksi dan harga pokok penjualan untuk satu periode muncul pada dua anggaran lain untuk memperoleh yang sama, laporan laba rugi dan neraca.

  • Anggaran Pembelian Barang Dagang

Anggaran pembelian barang dagang (merchandise purchase budget) perusahaan menunjukkan jumlah barang dagang yang perlu dibeli selama periode yang bersangkutan. Bentuk dasar anggaran pembelian barang dagang sama dengan anggaran produksi.

  • Anggaran Beban Penjualan Dan Administrasi Umum

Banyak pengeluaran penjualan dan administrasi umum merupakan hasil dari aktivitas serta program penjualan dan pemasaran. Perusahaan yang terkenal mengurangi atau menghapuskan beban penjualan dan administrasi untuk meningkatkan laba operasi selama periode yang bersangkutan.

  • Anggaran Penerimaan (Pengumpulan) Kas

Anggaran penerimaan kas menyediakan perincian mengenai antisipasi pengumpulan kas dari operasi untuk suatu periode yang akan datang. Penerimaan kas dari aktivitas investasi dan pembiayaan ditunjukkan pada tempat lain di anggaran kas.

  • Anggaran Kas

Anggaran kas (cash budget) memuat implikasi kas dari seluruh aktivitas yang dianggarkan. Pada umumnya, anggaran kas mencakup tiga bagian utama: (1) arus kas bersih dari aktivitas operasi; (2) arus kas bersih dari aktivitas investasi; serta (3) arus kas bersih dari aktivitas pembiayaan.

  • Laporan Laba Rugi Yang Dianggarkan

Laporan laba rugi yang dianggarkan (proforma) mendeskripsikan laba bersih yang diharapkan untuk periode yang akan datang.

 

 

  • Neraca Yang Dianggarkan

Tahap terakhir dalam siklus penyusunan anggaran biasanya adalah menyiapkan neraca yang dianggarkan (pro forma). Neraca yang dianggarkan menyertakan implikasi dari seluruh operasi dan arus kas selama periode anggaran dan menunjukkan saldo yang diproyeksikan pada akhir periode anggaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Soal

 

  1. Anggaran Induk

Pihak manajemen Hansell Company ingin menyiapkan anggaran pada salah satu produknya, yaitu duraflex, untuk bulan juli 2010. Perusahaan menjual produk sebesar $80 per unit dan memiliki penjualan yang diharapkan (dalam unit) untuk bulan-bulan tahun 2010.

April                 Mei                   Juni                   Juli                   Agustus           September

5.000              5.400                5.500               6.000                 7.000                8.000

Proses produksi membutuhkan 4 pon dura-1.000 dan 2 pon flexplas. Kebijakan perusahaan adalah mempertahankan persediaan akhir setiap bulannya sama dengan 10% dari penjualan yang dianggarkan pada bulan berikutnya, tetapi dalam kasus ini, tidak kurang dari 500 unit. Seluruh persediaan bahan baku harus dipertahankan pada tingkat 5 % dari kebutuhan produksi untuk bulan berikutnya, tetapi tidak melebihi 1.000 pon. Perusahaan mengharapkan seluruh persediaan pada akhir bulan juni sesuai dengan pedoman yang ada. Departemen pembelian mengharapkan biaya bahan baku secara berturut-turut sebesar $1,25 per pon dan $5,00 per pon untuk dura-1.000 dan flexplas.

Proses produksi mensyaratkan tenaga kerja langsung memiliki dua tingkat keterampilan. Tarif tenaga kerja pada ringkat K102 adalah sebesar $50 per jam dan pada tingkat K175 adalah sebesar $20 per jam. Tingkat K102 dapat memproses satu kelompok produk duraflex per jam; setiap kelompok produk terdiri dari 100 unit. Produksi duraflex membutuhkan juga 1/10 jam pekerja K175 untuk setiap unit yang diproduksi.

Biaya overhead produksi variabel adalah sebesar $1.200 per kelompok produk ditambah dengan sebesar $80 per jumlah tenaga kerja langsung. Perusahaan menggunakan sistem biaya aktual dengan asumsi arus biaya LIFO.

Diminta: Berdasarkan data dan proyeksi sebelumnya, siapkan anggaran berikut ini:

  1. Anggaran penjualan (dalam dollar) untuk bulan juli
  2. Anggaran produksi (dalam unit) untuk bulan juli
  3. Anggaran produksi (dalam unit) untuk bulan agustus
  4. Anggaran pembelian bahan baku langsung (dalam pounds) untuk bulan agustus
  5. Anggaran pembelian bahan baku langsung (dalam dollar) untuk bulan juli
  6. Anggaran tenaga kerja produksi langsung (dalam dollar) untuk bulan juli

 

  1. Anggaran Kas dan Laporan Laba Rugi yang Dianggarkan

Bix Company mengharapkan neraca saldonya pada tanggal 30 juni sebagai berikut:

 

Bix Company

Neraca Saldo yang Dianggarkan

30 Juni 2010

Debet                         Kredit

Kas                                                                                           $40.000

Piutang usaha                                                                             80.000

Penyisihan piutang ragu-ragu                                                                                        $3.500

Persediaan                                                                                   25.000

Aktiva tetap                                                                                650.000

Akumulasi depresiasi                                                                                                    320.000

Utang usaha                                                                                                                    95.000

Utang upah dan gaji                                                                                                        24.000

Wesel bayar                                                                                                                  200.000

Ekuitas pemegang saham                                                                                              152.500

Total                                                                                       $795.000                     $795.000

 

Biasanya, penjualan tunai mewakili 20% dari penjualan, sementara  penjualan kredit mewakili 80 % dari penjualan. Persyaratan penjualan kredit adalah 2/10, n/30. Bix menagih pelanggan pada tanggal 1 dari setiap bulan penjualan. Pengalaman menunjukkan bahwa 60 % dari tagihan akan ditagih dalam periode diskon, 25% dibayar pada akhir bulan setelah penjualan, dan pada akhirnya 5% tidak akan dapat ditagih. Perusahaan menghapus akun yang tidak tertagih setegah 12 bulan.

Persyaratan pembelian bahan baku adalah 2/15, n/60. Perusahaan membayar seluruh pembelian dalam periode diskon. Pengalaman menunjukkan bahwa 80%dari pembelian dibayar pada bulan terjadinya pembeliandan sisanya dibayar pada bulan berikutnya. Pada bulan juni tahun 2010, perusahaan menganggarkan pembelian sebesar $25.00 untuk dura-1000 dan sebesar $22.000 untuk flexplas.

Diamping biaya overhead pabrik variabel, perusahaan memiliki biaya overhead pabrik tetap bulanan sebesar $50.000, dari jumlah tersebut, sebesar $20.000 adalah beban depresiasi. Perusahaan membayar seluruh biaya tenaga kerja dan overhead pabrik pada saat terjadinya. Total biaya pemasaran, distribusi, pelayanan pelanggan, dan administrasi yang dianggarkan untuk tahun 2010adalah sebesar $2.400.000. Dari jumlah ini, sebesar $1.200.000 dianggap sebagai biaya tetap dan termasuk beban depresiasi sebesar $120.000. Sisanya bervariasi sesuai penjualan. Total penjualan yang dianggarkan untuk tahun 2010 adalah sebesar $4.000.000. Seluruh biaya apemasaran dan administrasi dibayar pada saat terjadinya.

Pihak manajemen ingin mempertahankan saldo kas minimum pada akhir bulan sebesar $40.000. Perusahaan memiliki perjanjian dengan bank lokal untuk meminjam uang yang dibutuhkan dalam jangka pendek dengan kelipatan sebesar $1.000 sampai $100.000 dengan tingkat bunga sebesar 12%. Pinjaman diasumsikan terjadi pada akhir bulan. Pinjaman bank pada tanggal 1 juli = $0.

Diminta:

  1. Menyiapkan anggaran kas untuk bulan juli tahun 2010
  2. Menyiapkan laporan laba rugi yang dianggarkan untuk bulan juli tahun 2010

 

  1. Jawaban Contoh Soal
  2. Anggaran Induk
  3. Bix Company

Anggaran Penjualan

Untuk Bulan Juli 2010

Anggaran Penjualan dalam unit                                                                         6000

Harga jual per unit yang dianggarkan                                                             x         $80

Anggaran penjualan                                                                                           $480.000

 

 

 

 

  1. Bix Company

Anggaran Produksi (dalam unit)

Untuk Bulan Juli 2010

Persediaan akhir yang diinginkan (31 Juli)

(lebih besar dari 500 unit dan 7.000 x 0,1)                                                           700

Anggaran penjualan untuk bulan Juli                                                          +     6.000

Total unit yang dibutuhkan pada bulan Juli 2010                                               6.700

Persediaan awal (1 Juli)

(lebih besar dari 500 unit dan 6.000 x 0,1)                                                             –  600

Jumlah unit yang diproduksi pada bulan Juli                                                          6.100

 

  1. Bix Company

Anggaran Produksi (dalam unit)

Untuk Bulan Agustus 2010

Persediaan akhir yang diinginkan (lebih besar dari 500 unit dan 7.000 x 0,1)         800

Anggaran penjualan                                                                                        +     7.000

Total unit yang dibutuhkan                                                                                      7.800

Persediaan awal (1 Agustus)                                                                                      700

Jumlah unit yang diproduksi pada bulan Agustus                                                   7.100

 

  1. Bix Company

Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung (dalam pon)

Untuk Bulan Juli 2010

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan Baku Langsung

                                                                             Dura- 1.000                          Flexplas

                                                                    (masing-masing 4 pon)    (masing-masing 2 pon)

Bahan baku yang dubutuhkan untuk ang-

garan                                                                     24.400                                 12.200

Produksi (6100 unit duraflex)

Ditambah: target persediaan (lebih kecil

dari 1.000 atau 5 % dari kebutuhan pro-

duksi pada bulan Agustus)                                    +   1.000                                 +   710

Total kebutuhan bahan baku                                     25.400                                  12.910

Dikurangi: persediaan awal yang diha-

rapkan (lebih kecil dari 1.000 atau 5%

dari kebutuhan bulan Juli)                                     –   1.000                                 –   610

Bahan baku langsung yang akan dibeli                      24.400                                  12.300

 

  1. Bix Company

Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung (dalam dollar)

Untuk Bulan Juli 2010

Anggaran Pembelian      Harga Beli Per Unit              Total

                                                  dalam pon                    yang diharapkan

Dura-1000                                   24.400                                $1,25                           $30.000

Frexplas                                       12.300                              $5.00                             61.500

Anggaran pembelian                                                                                                $92.000

 

 

 

 

 

 

  1. BixCompany

Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung

Untuk Bulan Juli 2010

 Kelas Tenaga      Jumlah Jam Tenaga      Jumlah Kelompok      Total     Tarif Per      Total

      Kerja               Kerja Langsung           Langsung Per         Produk      Jam            Jam

                                                     Kelompok Produk

K102                                  1                                61*                      61          $50         $3.050

K175                                  10                              61*                     610       $20          12.200

Total                                                                                               671                     $15.250

*Jumlah Unit : 100 unit/kelompok produk = 6.100 : 100 = 61 kelompok produk

 

 

 

 

  1. Anggaran Kas dan Laporan Laba Rugi yang Dianggarkan
  2. Bix Company

Anggaran kas

Untuk Bulan Juli 2010

Saldo Kas, awal (disepakati)                                                                                      $40.000

Arus kas dari operasi:

Penjualan tunai pada bulan Juli                                 $480.000 x 20%     =     $96.000

Penagihan Piutang atas penjua-

lan kredit pada bulan Juni:

Dalam priode diskon                      (5.500 x $80) x 80% x 60% x 98% =   $206.976

Setelah periode diskon                            (5.500 x $80) x 80% x 25%    =       88.000

Penagihan piutang dari pen-

jualan kredit pada bulan Mei                   (5.400 x $80) x 80% x 10%   =       34.560

 

 

 

 

$425.536

Pengeluaran kas:

Pembelian bahan baku:

Pembelian pada bulan Juni       ($25.000 + $22.000) x 20 % x 98 %   =     $9.212

Pembelian pada bulan Juli                             $92/000 x 80% x 98 %   =      72.128

$81.340

Tenaga kerja langsung                                                                                                     15.250

Overhead pabrik variabel                          ($1.200 x 61) + ($80 x 671)   =                  126.880

Overhead pabrik tetap                                             $50.000 – $20.000    =                     30.000

Beban pemasaran variabel,

pelayanan pelanggan, dan

administrasi       [($2.400.000 – $1.200.000) : $4.000.000] x $480.000   =                  144.000

Beban pemasaran tetap,

pelayanan pelanggan,

dan administrasi                                      ($1.200.000 – $120.000) : 12    =                    90.000

Total arus kas dan operasi                                                                                          ($61.934)

Aktivitas investasi:

Pembelian investasi dan aktiva

jangka panjang lainnya                                                                                 $ 0

Penjualan investasi dan aktiva

jangka panjang lainnya                                                                                  $ 0

$ 0

Aktivitas pembiayaan:

Pembayaran kembali utang

yang ada, pada akhir bulan                                                                           $ 0

Pembayaran bunga, pada

akhir bulan                                                                                                    $ 0

Pinjaman baru, pada akhir bulan                                                              $ 62.000

$ 62.000

Saldo kas, 31 Juli 2010                                                                                                $ 40.000

 

  1. Bix Company

Anggaran Laporan Laba Rugi

Untuk Bulan Juli 2010

Penjualan                                                                                                                      $480.000

Harga pokok penjualan, dasar LIFO                         $46,50 x 6.000       =                    279.000

Margin Kotor                                                                                                                $201.000

Beban Penjualan dan Administrasi:

Variabel (lihat anggaran kas, diatas)                                                                             $144.000

Tetap                                                                         $1.200.000 : 12     =   100.000

244.000

Laba (Rugi) operasi sebelum pajak                                                                             ($43.000)

 

*Biaya produksi aktual pada bulan Juli:

Tenaga kerja langsung

Dura-1000                                                                  4 pon x $1,25     =      $5,00

Flexplas                                                                      2 pon x $5,00    =     10,00

$15,00

Tenaga Kerja Langsung:

Tenaga Kerja K102                                                 0,01 jam x $50       =       $0,50

Tenaga kerja K175                                                   0,1 jam x $20        =        2,00

2,50

Overhad pabrik

Berkaitan dengan kelompok produk            (61 x $1.200)/6.100           =          $12,00

Berkaitan dengan jumlah jam tenaga

kerja langsung                                                     ($80 x 671)/6.100       =         8,80

Tetap                                                                        (50.000/6.100)       =        8,20

$29,00

Biaya per unit, jumlah unit yang

diproduksi pada bulan juli                                                                                                 $46,50

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara membuat bootable flashdisk tanpa software.
Cara ini adalah cara yang cukup mudah bagi saya. karena kita tidak perlu mendownload software dan kita hanya membutuhkan command prompt yang telah disediakan oleh windows.

Apa saja yang disediakan jika kita ingin membuat bootable windows di flashdisk?

  1. Installer Windows 7/8/8.1 yang telah anda download terlebih dahulu. (anda juga bisa mengambil installer dari DVD)
  2. Flashdisk yang kinerjanya masih Normal dan masih baik.
  3. Ketelitian
Langkah-langkah membuat bootable windows tanpa software.
Disini saya akan memberikan tutorial + screenshot. dan pada contoh ini, saya akan membuat bootable windows 8.1.
 
1. Masukan atau colokan Flashdisk yang akan dijadikan bootable windows. saya sarankan flashdisk kosong terlebih dahulu.
2. Bukalah CMD dengan cara CTRL+R dan ketikan cmd lalu tekan Enter.
3. Setelah anda membuka CMD, ketikan DISKPART Lalu tekan enter dan akan muncul kotak dialog DISKPART seperti ini.
4. ketikan LIST DISK lalu tekan enter
dalam LIST DISK anda akan melihat beberapa disk. disk itu menentukan harddisk dan media yang anda gunakan seperti flashdisk. dalam contoh diatas, flashdisk yang saya gunakan yaitu Disk 2.jika sudah memahami letak dimana flashdisk itu berada, lanjut ke langkah berikutnya.
5. Ketikan SELECT DISK 2 (kenapa Disk 2? karena dalam contoh yang saya gunakan, flashdisk saya terdapat dalam disk 2). jika flashdisk anda di disk 2, 3, dst, silahkan ganti pada SELECT DISK 2 menjadi SELECT DISK 3, 4 dst. lihat lah gambar dibawah ini.
6. Setelah itu, Ketikan CLEAN > enter
 
 
7. Ketikan CREATE PARTITION PRIMARY > enter
 
8. ketikan SELECT PARTITION 1 > enter
9. Ketikan ACTIVE > enter
10. Ketikan FORMAT FS=NTFS > enter
Tunggu hingga proses format selesai 100%
11. Ketikan ASSIGN > enter dan muncul tampilan seperti ini.
12. setelah tahap diatas selesai, ketikan EXIT untuk keluar dari diskpart.
13. Siapkan lah Installer Windows 7/8/8.1 yang akan kalian buat bootable nya. anda bisa mount installer berformat ISO yang telah anda download menggunakan software power ISO, Daemon, dan sebagainya atau anda bisa dari DVD installer yang sudah anda siapkan lalu copykan semua file dan folder yang terdapat pada file ISO atau DVD Installer tersebut (INGAT!! Jangan sampai ada yang tidak dicopy).
14. Setelah semua tahap selesai, Silahkan kalian Eject Flashdisk yang kalian gunakan sebagai sebagai bootable windows 7/8/8.1 Lalu colokan kembali. lihat, apakah icon Drive pada Flashdisk yang kalian gunakan sudah berubah menjadi Icon installer windows seperti ini?
Jika icon drive flashdisk sudah berubah, berarti anda berhasil membuat bootable via flashdisk. Untuk menginstall Windows via flashdisk, kalian hanya mengubah primary boot device pada BIOS Anda.

AS

Gambar  —  Posted: Desember 27, 2015 in Uncategorized

catatan kaki dan daftar pustaka

Posted: September 24, 2013 in Uncategorized

CATATAN KAKI

Definisi & Pengertian Umum Catatan Kaki / Foot Note

Catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku. Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf lebih kecil daripada huruf di dalam teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. Catatan kaki untuk artikel yang diambil dari internet, cantumkan nama pengarang, judul artikel, tuliskan online (dalam kurung) diikuti alamat situsnya, seperti http:/ http://www.ed.gov./… yang memudahkan pembaca untuk mengakses sumber tersebut.
Jenis & Contoh Catatan Kaki / Foot Note

Sekarang kita akan mempelajari pencantuman sumber kutipan pola konvensional. Cara pencantuman sumber kutipan dengan menggunakan pola konvensional, yaitu menggunakan catatan kaki atau foot note.

Perhatikan contoh penggunaan catatan kaki yang digunakan pada buku Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer karya Jujun Suriamiharja berikut! Perhatikan pula nomor pada teks dan keterangan sumbernya pada catatan kaki.

————————————————————————————————————–

Ilmu dan Moral

Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah … .1) Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan keserakahan?2)

………………………………………………………
1) Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2) Kompas, 25 Mei 1981.

————————————————————————————————————–

Bagi penulis, penggunaan catatan kaki ini sedikit lebih merepotkan dibandingkan dengan cara Harvard karena harus mengatur ruang pada bagian bawah halaman untuk tempat catatan kaki. Akan tetapi, bagi pembaca catatan kaki ini sangat memudahkan mengetahui sumber tanpa harus melihat daftar pustaka yang letaknya di bagian akhir buku.
Catatan kaki untuk buku dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).
Catatan kaki untuk artikel dan majalah dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).

Perhatikan contoh berikut!
…………………………………………………
2 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
3 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
4 Ibid., hal. 15
5 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
Catatan kaki di atas menunjukkan bahwa sumber nomor 4 sama dengan sumber nomor 3. Sumber nomor 5 sama dengan nomor 2.

Sistematika penulisan

  1. Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
  2. Catatan kaki diketik berspasi satu.
  3. Diberi nomor.
  4. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
  5. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
  6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
  7. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
  8. Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
  9. Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
  10. Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keteranganop.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
  11. Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
  12. Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.

13. Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi/teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki.

1. Fungsi Catatan Kaki

Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.

2. Pemakaian

Catatan kaki dipergunakan sebagai :

a) pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam reks atau sebagai petunjuk sumber;

b) tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula;

c) referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan;

d) tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.

3. Penomoran

Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.

4. Penempatan

Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks.

Contoh

Peranan dan tugas kaum pria berbeda dengan dan peranan tugas kaum wanita. Sehubungan dengan, hal itu, Margaret Mead (1935) berdasarkan penelitiannya di beberapa masyarakat di Papua Nuguini, menyatakan bahwa perbedaan itu tidak semata-mata berdasarkan perbedaan jenis kelamin saja, melainkan berhubungan erat dengan kondisi sosial-budaya lingkungannya. 1

Margaret Mead, Sex and Temperament in Three Primitive Societies (New York : The American Library, 1950), pp.

Karena kondisi sosial budaya, mungkin berubah dan berkembang, maka peranan dan tugas itu juga mungkin berubah bertukar atau bergeser.

Antara catatan kaki dengan teks dipisahkan dengan garis sepanjang baris.

Cara yang lebih banyak dilakukan ialah dengan meletakkannya pada bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab.

5. Unsur-unsur Catatan Kaki

A. Untuk Buku

1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).

2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.

3) Nama atau nomor seri, kalau ada.

4) Data publikasi :

(a) Jumlah jilid, kalau ada

(b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis

(c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.

(d) Tahun penerbitan. tanda kurung

5) Nomor jilid kalau perlu.

6) Nomor halaman diikuti titik (.)

B. Untuk Artikel dalm Majalah/Berkala

1) Nama pengarang.

2) Judul artikel, di antara tanda kutip (“…”).

3) Nama majalah, digarisbawahi.

4) Nomor majalah jika ada.

5) Tanggal penerbitan.

6) Nomor halaman.

6. Catatan Kaki Singkat

(A) Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.

(B) op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.

(C) loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).

DAFTAR PUSTAKA

A. Penulisan Daftar Pustaka

1. Daftar pustaka

Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad nama belakang penulis pertama. Daftar pustaka ditulis dalam spasi tunggal. Antara satu pustaka dan pustaka berikutnya diberi jarak satu setengah spasi. Baris pertama rata kiri dan baris berikutnya menjorok ke dalam. Contoh

halaman Daftar Pustaka tercantum di Lampiran 14.

2. Penulisan pustaka:

a. Pustaka dalam bentuk Buku dan Buku Terjemahan :

– Buku :

Penulis, tahun, judul buku (harus ditulis miring) volume (jika ada), edisi (jika ada),nama penerbit dan kota penerbit

.

– Buku Terjemahan :

Penulis asli, tahun buku terjemahan, judul buku terjemahan (harus ditulis miring), volume (jika ada), edisi (jika ada), (diterjemahkan oleh : nama penerjemah),nama penerbit terjemahan dan kota penerbit terjemahan.

– Artikel dalam Buku :

Penulis artikel, tahun, judul artikel (harus ditulis miring), nama editor, judul buku (harus ditulis miring),volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit.

b. Pustaka dalam bentuk artikel dalam majalah ilmiah :

Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.

c. Pustaka dalam bentuk artikel dalam seminar ilmiah :

– Artikel dalam prosiding seminar:

Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring), kota seminar.

– Artikel lepas tidak dimuat dalam prosiding seminar:

Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring), kota seminar, dan tanggal seminar.

d. Pustaka dalam bentuk Skripsi/tesis/disertasi :

Penulis, tahun, judul skripsi, Skripsi/tesis/Disertasi (harus ditulis miring), nama fakultas/program pasca sarjana, universitas, dan kota.

e. Pustaka dalam bentuk Laporan penelitian :

Peneliti, tahun, judul laporan penelitian, nama laporan penelitian (harus ditulis miring), nama proyek penelitian, nama institusi, dan kota.

f. Pustaka dalam bentuk artikel dalam surat kabar :

Penulis, tahun, judul artikel, nama surat kabar (harus ditulis miring), nama surat kabar, tanggal terbit dan halaman.

g. Pustaka dalam bentuk Dokumen paten :

Penemu, tahun, judul paten (harus ditulis miring), paten negara, Nomor.

h. Pustaka dalam bentuk artikel dalam internet

(tidak diperkenankan melakukan sitasi artikel dari internet yang tidak ada nama penulisnya) :

Artikel majalah ilmiah versi cetakan :

Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.

– Artikel majalah ilmiah versi online

Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah ((harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.

– Artikel umum

Penulis, tahun, judul artikel, alamat website (harus ditulis miring), diakses tanggal ………

CATATAN :

a. Nama penulis lebih dari satu kata

Jika nama penulis terdiri atas 2 nama atau lebih, cara penulisannya menggunakan nama keluarga atau nama utama diikuti dengan koma dan singkatan nama-nama lainnya masing masing diikuti titik.

Contoh : Soeparna Darmawijaya ditulis : Darmawijaya, S.

Shepley L. Ross ditulis : Ross, S. L.

b. Nama yang diikuti dengan singkatan

Nama utama atau nama keluarga yang diikuti dengan singkatan, ditulis sebagai nama yang menyatu.

Contoh : Mawardi A.I. ditulis : Mawardi, A.I.

William D. Ross Jr., ditulis Ross Jr., W.D.

c. Nama dengan garis penghubung

Nama yang lebih dari dua kata tetapi merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dirangkai dengan garis penghubung.

Contoh : McDouglas ditulis: McDouglas, R.

Hassan El-Bayanu ditulis: El-Bayanu, H.

Edwin van de Sart ditulis: van de Sart, E.

d. Penulisan gelar kesarjanaan

Gelar kesarjanaan dan gelar lainnya tidak boleh dicantumkan dalam penulisan nama, kecuali dalam ucapan terima kasih atau prakata.

e. Gunakan istilah “anonim” untuk referensi tanpa nama penulis

f. Dalam daftar pustaka, semua nama penulis harus dicantumkan tidak boleh menggunakan dkk. atau et al.

Contoh Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1992, HyperchemTM Release 3 for Windows : Manual, Autodesk Inc., Tulsa.

Boyce, W., and Diprima, R., 1977, Elementary Differential Equations and Boundary

Value Problems, 3rd ed., Wiley, New York.

Bourbaki, N., 1966, Elements of Mathematics: General Topology, PartI, Addison-

Wesley Publishing Company, Paris.

Bowers, JR. N. L., Gerber, H.U., Hickman, J.C., Jones, D.A., and Nesbitt, C.J., 1997,

Actuarial Mathematics, The Society of Actuaries, Illinois.

Brauer, F. and Castillo-Chavez, C., 2001, Mathematical Models in Population

Biology and Epidemiology, Springer-Verlag, Inc., New York, New York.

Cheney, W., 2001, Analysis for Applied Mathematics, Springer, New York.

Dai, L., 1989, Lecture Notes in Control and Information Sciences: Singular Control

System, Springer-Verlag, Inc., New York.

Durbin, J.R., 1979, Modern Algebra: An Introduction, John Wiley & Sons, Inc.,

Canada.

Hirsch, M. and Smale, S., 1974, Differential Equations, Dynamical Systems, and

Linear Algebra, Academic Press, Inc., London.

Horn, R. A. and Johnson, C. R., 1999, Matrix Analysis, Cambridge University Press,

Cambridge.

Husna, A., 2002, Sistem Linear dan Beberapa Aplikasinya, Skripsi, Jurusan

Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta.

Lang, S., 1997, Undergraduate Analysis, Springer-Verlag, Inc., New York.

Lee P.Y., 1989, Lanzhou Lectures on Henstock Integration, World Scientific,

Singapore.

Lee P.Y. & Výborný, R., 2000, The Integral: An Easy Approach after Kurzweil and

Henstock, Cambridge University Press, Cambridge.

Leung, D.H. and Tang, W., 2000, Functions of Baire Class One,

http://www.arXiv:math.CA/0005013v1, 2 May 2000, diakses 12 Nopember

2007.

Malik, S.C. and Arora, S., 1992, Mathematical Analysis, 2nd. Edition, John Wiley &

Sons, New York.

Nagle, R. K., Saff, E. B., and Snider, A. D., 2004, Fundamentals of Differential

Equations and Boundary Value Problems, Pearson Education Inc., Boston.

Nayfeh, A. H. and Balachandran, B., 1995, Applied Nonlinear Dynamics: Analytical, Computational, and Experimental Methods, John Wiley and Sons, Inc., New York.

Pochet, Y. and Wolsey, L. A., 2006, Production Planning by Mixed Integer Programming, Springer, USA.

Ross, S.L., 1984, Differential Equations, John Wiley and Sons, Inc., Singapore.

Salmah, 2006, Aplikasi Permainan Dinamis Linear Kuadratis Sistem Deskriptor pada Interaksi Fiskal di EMU, Prosiding Konferensi Nasional Matematika XIII UNNES, 24 – 27 Juli 2006, hlm. 815 – 821.

Widodo, 2006, Asymptotical Stability of Frobenius-Perron Operator Induced by

Expanding Piecewise Linear Function, Journal of the Indonesian

PUISI CINTA

Posted: Oktober 10, 2012 in Uncategorized

Puisi cinta romantis
Arti cinta yang terpendam

Cinta..
Dapatkah hati mentafsir mimpi
Berlari-lari mengejar memori
Mengikat kasih jalinan suci
Membakar jiwa yang penuh arti

Cinta..
Mimpi hanya mainan malam berlalu pergi
Tatkala fajar menghulur realiti
Menghurai makna di kamar hati
Menemani diri menangisi sepi

Cinta..
Ikatan cinta yang sekian lama
Kian pudar di mamah usia
Dingin kasihmu jelas nyata
Diriku sandaran dikala duka
Lantaran dirimu bermain kata
Menjemput diriku Merangkak ke dunia nyata
Mengenal istilah sebuah cinta yang terpendam

Cinta..
Suara hati memaksa diriku
Merantai jiwa yang penuh sangsi
Membangun sepi di tembok hati
Mendekapi rindu mengalun puisi
Mengungkap setia di jendela janji
Sebuah kepastian cinta harus diukiri
Arti cinta yang terpendam…..

Rindu Kamu

Rindu Kamu, Ketika bayangmu tak menjauh
Semakin anggan ingin menemukanmu…

Malam membutakan matahari menyilaukan
Tak membuatku berhenti mencarimu…

Hari-hariku masih di selimuti rindu
Langkahku masih di sertai sisa candamu…

Luka hatiku tak pernah sembuh
Aku terus merindukanmu…

Hakekat cinta

cinta terus berlari,
cinta terus dikejar,
cinta tak berhenti,
cinta melihat kedepan,
cinta tak menengok kebelakang,
cinta berjalan lurus,
cinta tak mengambil jalan belok,
cinta tak pernah lelah mengambil jalan,
sebab cinta melahirkan kekuatan …

Inginku Milikku Dirimu

Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia..
Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku
Namun.. ingin ku miliki dirimu..
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan
Yang t’lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku..

Cinta yang Tak Pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg menyakiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku

sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku

tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti
(Agus Eko Ariwibowo)

Aku Adalah Puisi

biduk di langit masih kering tertawa
melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari kata dalam balutan puisi
membingkaikan rasa dalam bait
puisi adalah aku
aku bercinta dengan kata
dan merangkai menjadi satu kenangan indah
dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku
kutemukan ada detak lemah setia

MATERI TAPAK SUCI

Posted: Oktober 10, 2012 in Uncategorized

DOA PEMBUKA

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Asyhaduanlaailaaha illallaah,

Wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah.

Radhiitu billaahi robba,

Wa bil Islaami diina,

Wabimmuhammadinnabiyya wa rasuula

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya ridho bertuhankan Allah SWT. Saya ridho beragamakan islam dan saya ridho bernabi dan berasulkan Muhammad SAW.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SEJARAH SINGKAT TAPAK SUCI (1)

Pra Sejarah

Pra-sejarah Tapak Suci telah dimulai sejak lahirnya seorang putera dari KH. Syuhada, yang bernama Ibrahim, pada tahun 1872 di Banjarnegara (Jawa Tengah). Di usia remaja Ibrahim telah belajar pencak, dan kelak pemuda Ibrahim dikenal sebagai pemuda yang aktif menggunakan ilmu pencaknya itu untuk menentang penjajahan Belanda, kerap mengganggu dan melakukan perlawanan terhadap tentara Belanda. Hal ini membuatnya kerap menjadi buronan Belanda.

Dalam statusnya yang sering menjadi  buronan Belanda, Ibrahim kerap berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Selain bersembunyi dari kejaran pihak Belanda, Ibrahim juga mendalami dan mengasah ilmu pencaknya.Tersebutlah dalam riwayat beliau sempat singgah ke Batavia, dititip pada seorang kerabatnya disana. Namun di Batavia Ibrahim juga sering membuat onar terhadap Belanda, hingga akhirnya beliau berangkat ke Tanah Suci.

Setelah menikah dengan puteri KH. Ali, Ibrahim kemudian mendirikan Pondok Pesantren Binorong di Banjarnegara. Sepulang dari ibadah haji, Ibrahim berganti nama menjadi KH. Busyro Syuhada. Adapun kelak kemudian Pondok Pesantren Binorong semakin berkembang pesat,. Diantara santri-santrinya antara lain : Achyat (H. Burhan) adik misan Ibrahim, M. Yasin (Abu Amar Syuhada) adik kandung, dan Sudirman. Sudirman kelak berkarir dalam dunia milter, dikenal sebagai Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Sekitar tahun 1921 dalam konferensi Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, KH. Busyro bertemu pertama kali dengan dua kakak beradik; A. Dimyati dan M. Wahib. Diawali dengan adu kaweruh antara M. Wahib dengan H. Burhan, selanjutnya A. Dimyati dan M. Wahib mengangkat KH. Busyro sebagai guru.

A.Dimyati dan M.Wahib berguru pencak kepada KH.Busyro di Binorong, Banjarnegara. KH. Busyro lebih terkenal menguasai ilmu pencak inti, sedangkan H. Burhan lebih terkenal menguasai ilmu pencak ragawi. Menurut riwayat, kedua kakak beradik A.Dimyati dan M.Wahib belajar selama lima hari untuk menguasai 15 Jurus, dan 5 Kembangan. Selanjutnya A.Dimyati dan M.Wahib kembali ke Yogyakarta, diikuti oleh KH.Busyro dan H.Burhan yang pindah ke Yogyakarta. Dalam kondisi demikian, masyarakat lingkungannya menyebut mereka sebagai Pendekar Pencak. Seiring dengan berpindahnya KH. Busyro ke Kauman, Yogyakarta, aliran Banjaran–yang pada awalnya dikembangkan melalui Pondok Pesantren Binorong–akhirnya untuk sementara waktu berpusat ke Kauman.

Pendekar A.Dimyati sifatnya pendiam dan cenderung tertutup, sedangkan M.Wahib sifatnya cenderung agresif dan terbuka. Pembawaan A.Dimyati lebih mirip dengan pembawaan H.Burhan. Sedangkan pembawaan M.Wahib dikatakan lebih mirip pembawaan gurunya, KH.Busyro. Untuk itu lebih menonjol nama M.Wahib daripada A.Dimyati. Sedangkan A.Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari adiknya, namun karena pendiam dan tertutup maka tidak kejadian yang dicatat.

Karena sifat kedua kakak beradik yang berbeda ini, sering mengakibatkan keduanya terlibat bentrok, termasuk dalam hal adu kaweruh. KH.Busyro memahami karakter kedua kakak beradik ini. Sekalipun berbeda, menurut beliau keduanya sama-sama memiliki bakat pencak yang tinggi.

Melihat hal demikian KH.Busyro Syuhada menunjuk Pendekar A.Dimyati untuk berkelana ke arah barat, sebagaimana yang pernah dijalani oleh Pendekar KH.Busyro. Sesuai dengan tradisi yang berlaku bahwa Pendekar A.Dimyati yang sudah mengangkat guru kepada KH.Busyro tidak boleh berguru kepada guru pencak lainnya.Untuk itu dalam berkelana ini yang dilakukan adalah “adu kaweruh”. Diriwayatkan bahwa Pendekar A.Dimyati berhasil menguasai ilmu Cikalong-Cimande, dan Cibarosa.

Adapun KH.Busyro menunjuk M.Wahib untuk berkelana ke arah timur, hingga beberapa tempat sempat disinggahi oleh Pendekar M.Wahib, antara lain Bawean dan Madura. Karena sifatnya yang agresif dan terbuka dari Pendekar M.Wahib, maka “adu kaweruh” diartikan dengan berkelahi,  menguji ilmu dengan pendekar-pendekar yang mengklaim dirinya sebagai pendekar sakti. Menurut kisah yang diceritakan oleh M.Wahib: “Kemana-mana saya naik turun panggung (gelanggang) untuk tarung pencak untuk mendapatkan uang (menang), kalau diperlukan saya memakai senjata handuk dan sepotong besi sejengkal berlafal Alif”.

Setelah pengembaraan Pendekar A.Dimyati ke barat, dan pengembaraan Pendekar M.Wahib ke timur, keduanya kembali ke Yogyakarta. Kebiasaan mencari lawan tanding Pendekar M.Wahib diarahkan kepada anak-anak Belanda ataupun tentara Belanda.

CIKAUMAN
Pada tahun 1925, bertempat di lingkungan Kauman Tengah, atas restu Pendekar Besar KH. Busyro, A.Dimyati dan M.Wahib membuka latihan pencak. Diriwayatkan puluhan murid ikut  berlatih. Pada saat inilah Pendekar M.Wahib menyatakan CIKAUMAN adalah satu-satunya pencak yang ada di KAUMAN. Penamaan aliran ini sebagaimana menunjuk nama satu tempat sebagai nama aliran. Adapun penyebutan aliran Cikauman ini mengandung pengertian sebagai aliran Banjaran-Kauman, dengan makna bahwa aliran ini merupakan kelanjutan dari aliran Banjaran.

Pada waktu itu digariskan dengan tegas dasar yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua murid-muridnya, yaitu:

  1. Cikauman/Pencak Kauman, berlandaskan Al Islam dan berjiwa ajaran KH.Ahmad Dahlan, membina pencak silat yang berwatak serta berkripadian Indonesia, bersih dari sesat dan sirik.
  2. Mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama serta bangsa dan negara.
  3. Sikap mental dan gerak langkah anak murid harus merupakan tindak-tanduk Kesucian.

Dalam literatur Pencak Silat, perkembangan pencak silat di Indonesia sangat dipengaruhi dua hal:

  1. Geografis: berupa dataran tinggi, dataran rendah, dan pantai.Masing-masing memiliki karakter yang khas, salah satunya dalam hal kuda-kuda.
  2. Kultural: berupa budaya dan adat istiadat yang mempengaruhi sebuah aliran pencak silat. Dua jalur besar dalam hal ini yaitu aliran Bangsawan dan aliran Rakyat.Aliran Bangsawan:
  • Tertutup, tidak mudah berasimilasi, bertahan kepada kemurniannya.
  • Daya gunanya pada seni pencak silat
  • Disiplin.

Aliran Rakyat:

  • Terbuka, mudah berasimilasi, cenderung berbaur dan tidak murni.
  • Daya guna pada bela diri.
  • Tidak disiplin.

Kalau dilihat pada aliran Cikauman,  dua definisi tersebut kurang cocok sepenuhnya, karena sifat Cikauman adalah:

  • Tertutup, akan tetapi mudah berasimilasi.
  • Tidak disiplin, tetapi patriotik.
  • Daya guna sama kuat antara seni dan bela diri.

Hal ini dapat dimaklumi karena dalam masa perkembangan aliran Banjaran-Kauman sejak awal hingga seterusnya, aliran ini senantiasa berinteraksi dan berdampingan dengan aliran-aliran pencak lainnya yang ada, baik aliran rakyat maupun aliran bangsawan.

Perguruan Cikauman (Kauman-Banjaran), dipimpin langsung oleh Pendekar Besar M. Wahib dan Pendekar Besar A. Dimyati. Murid angkatan pertama adalah M. Djuraimi (Mbah Djur) dan M. Syamsuddin. Kehandalan M. Syamsuddin terletak pada permainan sabetan kaki dan tangan. Hal ini ditunjang oleh postur tubuh M. Syamsuddin yang kekar, karena selain gemar pencak M. Syamsuddin juga seorang pemain sepak bola yang handal.

Setelah dinyatakan lulus dari Perguruan Cikauman, M. Syamsuddin diizinkan untuk menerima murid dan selanjutnya mendirikan Perguruan SERANOMAN.

 

SERANOMAN

Perguruan Seranoman melahirkan seorang Pendekar bernama M. Zahid, anak murid Seranoman yang berotak cemerlang dan berkemampuan tinggi, serta pergaulannya luas. Kehandalan M. Zahid bertumpu pada ketajaman gerak. Selain itu beliau berhasil mengembangkan dari 5 menjadi 8 Kembangan, dan berhasil merancang pengajaran keilmuan sehingga keilmuan pencak mudah untuk dimassalkan. Namun sayangnya beliau berpulang ke Rahmatullah sehingga belum sempat mendirikan perguruan baru. Sekalipun begitu M. Zahid sempat melahirkan seorang murid berbakat, yaitu Moh. Barie Irsyad. Selanjutnya Moh. Barie Irsjad dibina langsung oleh A. Dimyati dan M. Wahib.

Pada perkembangan selanjutnya Moh. Barie Irsyad diarahkan untuk menghadapi aliran-aliran hitam. Puncaknya adalah tantangan adu kaweruh melawan aliran hitam dengan taruhan siapa yang kalah harus pergi (terusir) dari Kauman. Di bawah kesaksian Pemuda Muhammadiyah ranting Kauman, pada suatu malam — tepatnya tengah malam, bertempat di pelataran Mesjid Gede Kauman, Yogyakarta, berlangsunglah pertarungan tersebut. Atas izin Allah SWT, seluruh murid menyaksikan bahwa yang bathil tidak akan dapat mengalahkan yang haq. Moh. Barie Irsyad berhasil melumpuhkan ilmu sihir dari aliran hitam.

Pada waktu di bai’at Pendekar Moh. Barie Irsyad berhasil mempertanggung jawabkan 11 Kembangan. Lalu Pendekar Moh. Barrie Irsyad, sebagai murid angkatan ke-6 yang telah dinyatakan lulus dalam menjalani penggemblengan oleh Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati, kemudian diberi restu untuk menerima murid. Moh. Barie Irsyad kemudian mendirikan Perguruan KASEGU.

KASEGU

Nama Kasegu diambil dari Segu atau Kasegu, yaitu senjata khas yang berlafadz “MUHAMMAD”, diciptakan oleh Pendekar Moh. Barrie Irsyad. Selanjutnya Segu menjadi senjata khas Perguruan TAPAK SUCI. Kasegu juga bermakna “KAuman SErba GUna”. Pada selanjutnya ada orang yang menyebutnya sebagai Kasegu Badai Selatan (mengingat operasionalnya berpusat di bagian selatan Kauman). Selanjutnya, dalam angkatan ketujuh ini tercatat antara lain:

  1. Murid Cikauman (murid langsung Pendekar M. Wahib): Achmad Djakfar, Moh. Dalhar Suwardi, M. Slamet.
  2. Murid Seranoman (murid langsung Pendekar M. Syamsuddin):M. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.
  3. Murid Kasegu (murid langsung Pendekar Moh.Barie Irsyad): Irfan Hadjam, M. Djakfal Kusuma, M. Sobri Ahmad, dan M. Rustam Djundab.

Murid angkatan ketujuh ini mulai berlatih di tahun 1957, biasanya empat kali seminggu mulai pukul delapan (ba’da Isya) sampai mendekati Shubuh.

LAHIRNYA TAPAK SUCI

Atas desakan murid-murid kepada Pendekar Moh. Barie Irsyad, muncullah gagasan untuk mendirikan satu perguruan yang mengabungkan perguruan yang sejalur (Cikauman, Seranoman dan Kasegu). Namun untuk mencapai itu mestilah melalui jalan yang tidak mudah. Karena pengertian kelahiran perguruan yang baru kelak bukanlah merupakan suatu aliran yang baru melainkan tetap berakar dari aliran Cikauman (Banjaran-Kauman), apalagi mengingat Pendekar Moh.Barie Irsjad berada pada generasi ke-6 dalam silsilah, maka perlu dilakukan silaturahim dengan para sesepuh. Maka pembuktian demi pembuktian senantiasa dilakukan dalam berbagai pertemuan keilmuan, sekaligus untuk memantapkan perumusan keilmuan yang akan diturunkan. Dalam setiap pertemuan keilmuan senantiasa dilakukan pembuktian demi pembuktian, yang melibatkan para sesepuh aliran.

Sudah takdir Ilahi ketika Pendekar Moh.Barie Irsyad selesai menampilkan JURUS HARIMAU, Pendekar M.Wahib menyatakan puas dan pembuktian dinilai telah cukup. Selanjutnya Pendekar A.Dimyati memberikan pesan dan petunjuk: “Kalau ketemu  aliran pencak silat apapun, nilailah kekuatannya.” Kelihatannya sangat sederhana, akan tetapi sikap ini adalah sangat kontradiktif dengan sifat jago pencak pada umumnya yang tidak mau melihat kelebihan orang lain dan selalu merasa dirinya yang terbaik dan terkuat. Sikap mental Pendekar A.Dimyati ini selanjutnya menjadi dasar sikap mental Pendekar-pendekar TAPAK SUCI.

Ujian lainnya yang harus dihadapi memang cukup beragam. Salah satunya adalah penilaian bahwa pengembang atau pun pendiri dalam silsilah aliran ini tidak berasal dari darah biru (ningrat), apalagi para penggagas TAPAK SUCI hanya kalangan rakyat biasa. Akan tetapi dalam hal ini kemudian dinyatakan bahwa TAPAK SUCI bukan milik dan gerakan Kampung Kauman, bahkan ketika itu dinyatakan bahwa TAPAK SUCI adalah gerakan dunia.

Dalam proses pendirian TAPAK SUCI ini juga tidak lepas dari dukungan dan restu yang datang dari para pendekar, ulama dan aktifis Muhammadiyah, dengan harapan kelak perguruan pencak yang terorganisir ini dapat menjadi wadah pengkaderan dan wadah silaturahim para ahli pencak di lingkungan Muhammadiyah. Sekalipun ujan demi ujian harus dilalui

Maka berbagai perangkat organisasi pun disiapkan sedemikian rupa, antara lain:

  • Nama Perguruan dirumuskan dengan mengambil dasar dari ajaran Perguruan Kauman, maka ditetapkan nama TAPAK SUCI.
  • Tata tertib upacara disusun oleh Moh. Barie Irsyad.
  • Doa dan Ikrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma.
  • Lambang Perguruan diciptakan oleh M. Fahmie Ishom.
  • Lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Sujak.
  • Lambang Tim Inti Kosegu dibuat oleh Ajib Hamzah.
  • Bentuk dan warna pakaian ditentukan oleh M. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.

Kemudian, atas izin dan restu Allah SWT telah menjadi suatu kenyataan sejarah bahwa pada tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta, TAPAK SUCI telah ditakdirkan untuk lahir dan berkembang di seluruh Nusantara dan kelak meluas ke mancanegara, untuk menjadi pelopor pengembangan pencak silat yang methodis dan dinamis.

Semuanya ini berkat kebesaran jiwa para Pendekar pendahulu (sesepuh) yang mampu memandang jauh ke depan. Tapak Suci adalah amanat dari Pendekar-pendekar Cikauman (Kauman-Banjaran) kepada generasi penerus bangsa untuk dipelihara, dibina, dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Pada waktu lahirnya Tapak Suci, telah digariskan bahwa:

  1. Tapak Suci berjiwa ajaran KH. Ahmad Dahlan
  2. Keilmuan Tapak Suci bersifat Methodis dan Dinamis
  3. Keilmuan Tapak Suci bersih dari syirik dan menyesatkan

PASCA KELAHIRAN

Tahun-tahun 1960-an kita ketahui bahwa gerakan komunis di Indonesia telah semakin menjadi-jadi di seluruh pelosok negeri. Mereka mengintimidasi kaum Muslim dan menggerogoti kesatuan Bangsa. Hal ini terjadi juga di Kauman. Tak sedikit anak-anak Kauman yang diganggu, sekalipun Kauman sudah menjadi perkampungan Muslim. Maka kehadiran Tapak Suci memberi rasa aman bagi kaum Muslim di situ. Masa-masa awal ini adalah masa-masa perlawanan terhadap gerakan Komunis yang terampil dalam mengintimidasi, menfitnah, dan merusak.

Saat itu konsentrasi beladiri Tapak Suci di arahkan untuk menghadapi gerakan komunis. Gerakan anti komunis inipun akhirnya diikuti oleh kelompok-kelompok pemuda yang membentuk sel-sel (kelompok) tersendiri di kampung-kampung lain dalam rangka menggerogoti kekuatan komunis, seperti Benteng Melati di Kampung Kadipaten, Perkasa di Kampung Suronatan, termasuk M. Djuraimi kelak membentuk perguruan Eka Sejati di Kampung Karangkajen, yang seolah sebagai sel dari gerakan di Kauman.

Namun kiranya sepak terjang pemuda-pemuda Tapak Suci kelak ternyata diharapkan di daerah-daerah lainnya, apalagi jika daerah itu merupakan kampung umat Muhammadiyah.  Beberapa wilayah mengajukan permintaan untuk dibuka latihan Tapak Suci. Selain  itu Tapak Suci juga tersebar karena dibawa oleh aktifis perguruan yang berkelana atau merantau keluar daerah.  Maka hal inilah yang kelak mendorong lahirnya Tapak Suci di daerah-daerah.

Seiring dengan tersebarnya Tapak Suci ke daerah, maka masuklah beberapa ahli pencak yang berada di lingkungan Muhammadiyah ke dalam Tapak Suci. Hal ini tentu semakin menyemarakkan gegap gempita Tapak Suci dari sisi organisasi dan keilmuan. Perguruan Tapak Suci yang awalnya hanya di Yogyakarta akhirnya berkembang keluar Yogyakarta dan masuk ke daerah-daerah lainnya.

Setelah meletusnya pemberontakan G30 S/PKI, Tapak Suci kembali ke sarang dan berkonsetrasi kembali pada organisasi. Di tahun 1966 diselenggarakan Konferensi Nasional I Tapak Suci yang dihadiri oleh para utusan Perguruan Tapak Suci yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pada saat itulah berhasil dirumuskan pemantapan organisasi secara nasional, dan Perguruan Tapak Suci dikembangkan lagi namanya menjadi Gerakan dan Lembaga Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kemudian pada Sidang Tanwir Muhammadiyah di tahun 1967, Tapak Suci Putera Muhammadiyah ditetapkan menjadi organisasi otonom ke-11 di lingkungan Muhammadiyah.

PRESTASI OLAHRAGA DAN SENI

Dalam Kejuaraan Nasional I Tapak Suci tahun 1967 di Jember, pertandingan Pencak Silat Tapak Suci dilaksanakan dengan pertarungan bebas. Hal ini bercermin dari tradisi perguruan sejak dulu dalam melakukan sabung (pertarungan) yaitu dengan menggunakan full-body contact, yang mana setiap anggota tubuh adalah sasaran sah untuk diserang, kecuali mata dan kemaluan. Namun ternyata sistem pertarungan seperti itu tidak dapat diterapkan dalam pertandingan olahraga karena dapat mengakibatkan cidera, cacat permanen, bahkan kematian. Maka seiring dengan itu pula maka pasca Kejurnas I di Jember tahun 1967 itu sistem pertandingan olahraga Tapak Suci terus mengalami penyempurnaan demi penyempurnaan, sekalipun hingga beberapa dasawarsa ke depan kemudian, sistem pertandingan olahraga Tapak Suci tetap tidak menggunakan pelindung badan (body-protector), dengan pengertian bahwa “pelindung badan” pesilat Tapak Suci adalah keilmuan dan ketangkasan si pesilat. Pada Kejurnas I di Jember itu pun sudah diperlombakan pencak silat seni, yang mana yang dilombakan adalah Kerapihan Teknik Permainan.

Ketika Tapak Suci memantapkan diri dalam gerakan olahraga dan seni, keilmuan Tapak Suci ditampilkan melalui 4 aspek; mental-spiritual, olahraga, seni, dan beladiri. Adapun ilmu pengebalan tubuh ataupun anggota tubuh berupa alat penyasar, mulai ditinggalkan. Hal ini mengingat adanya anjuran dari Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar ilmu tersebut disimpan, kalau toh itu ilmu yan haq, akan tetapi dikhawatirkan dapat menjadi satu kesombongan.

Perguruan Historis IPSI

Pada masa-masa perkembangan Perguruan Tapak Suci yang telah merambah ke persada nusantara, maka dipandang perlu bagi Perguruan Tapak Suci untuk mencari induk organisasi pencak silat. Pada waktu itu sekurang-kurangnya ada tiga organisasi yang menamakan diri sebagai induk organisasi pencak silat Indonesia, yaitu: PPSI yang digerakkan dari Bandung, IPSI yang digerakkan dari Jakarta, dan BAPENSI yang digerakkan dari Yogyakarta, yang masing-masing mencari kekuatan pendukung.

Melalui Rapat Kerja Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 19 s.d 20 April 1967 di Pekalongan, disamping memutuskan dan mengesahkan Anggaran Rumah Tangga, Tapak Suci berketetapan hati memilih Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (sekarang Ikatan Pencak Silat Indonesia) sebagai induk organisasi pencak silat. Untuk itu Tapak Suci didaftarkan kepada PB. IPSI dan langsung diterima menjadi anggota nasional. Kelak kemudian Tapak Suci didudukkan sebagai salah satu dari 10 Perguruan Historis IPSI, mengingat peran Tapak Suci yang menunjang tegak berdirinya PB. IPSI yang kala itu kondisinya sedang kritis.

Kiprah Tapak Suci

Maka kelak kiranya Tapak Suci menjalankan tugas dan peran yang tidak mudah. Di satu sisi Tapak Suci adalah organisasi dakwah yang berinduk ke Muhammadiyah. Di sisi lain Tapak Suci adalah organisasi pencak silat dengan induknya IPSI. Pada dimensi lainnya, Tapak Suci adalah sebuah ilmu beladiri, namun juga merupakan gerakan olahraga dan seni. Hal ini menuntut organisasi dan keilmuan dapat seiring sejalan. Kelak itulah mengapa Sabuk yang terurai pada pesilat Tapak Suci, harus sama panjang di kedua sisi dan tepat jatuhnya di tengah, tidak lebih panjang di satu sisi saja.

SEJARAH SINGKAT TAPAK SUCI

Cikal bakal bermula dari perjuangan seorang pemuda yang gigih melawan penjajah Belanda, Pemuda yang setelah selesai mendalami ilmu kanuragan (pencak silat) aliran Banjaran dan ilmu agam ini kemudian mendirikan pondok pesantren Binorong dan kemudian bernama KH. Bushro Syuhada.Karena semangat dan kegigihannya dalam melawan penjajah, tak heran bila pondok pesantren Binorong ini banyak melahirkan putra-putra terbaik bangsa. Salah satunya adalah Jenderal Besar “Panglima Soedirman” yang kemudian mengabdi pada Angkatan Bersenjata Indonesia. Di antara murid KH Bushro Syuhada terdapat dua kakak beradik bernama Ahmad Dimyati dan M. Wahib yang berguru pencak silat kepada KH. Bushro Syuhada. Ahmad Dimyati selanjutnya mengembara menuju barat hingga akhirnya menguasai Cikalong-Cimande, dan Cibarosa (Banten), sedangkan M.Wahib menuju ke Timur sampai ke Madura (Bawean). Beberapa tahun kemudian ke-2 kakak beradik tsb kembali ke Kauman Yogyakarta, dan atas restu KH. Bushro Syuhada mereka mendirikan Perguruan Cikauman pada tahun 1925. Murid pertama mereka adalah M.Djuraimi.

Akan tetapi M. Djuraimi ini tidak sempat mendirikan perguruan. Menurut tradisi yang ada, apabila seorang murid sudah tamat belajar, maka diperkenankan pula menerima murid (mendirikan perguruan). Murid Cikauman yang kemudian mendirikan perguruan adalah M.Syamsudin. Perguruan yang didirikannya adalah Perguruan Seranoman dan melahirkan murid M.Zahid. M.Zahid tidak sempat mendirikan perguruan dan karena faktor usia, beliau wafat. Namun beliau sempat melahirkan murid utama yaitu M.Barie Irsjad. M.Barie Irsjad yang selanjutnya meneruskan pelajaran silatnya kepada M. Syamsudin, Ahmad Dimyati, dan M. Wahib ini kemudian mendirikan Perguruan Kosegu.Pendekar Basofi Sudirman bersama jajaran pendekar Tapak Suci.Pada tanggal 31 Juli 1963 disepakati berdirinya Perguruan Tapak Suci sebagai peleburan Perguruan Cikauman, seranoman dan Kosegu. Murid-murid dari 3 Perguruan tersebut yang masih ada (a.l : KH. Djarmawi, Irfan Hadjam, Moh. Jakfal Kusuma dan Moh. Sabri Ahmad) kemudian bersatu ke dalam Perguruan Tapak Suci.Pada perkembangannya Tapak Suci menyebar ke daerah-daerah dan memperkaya keilmuannya. Terlebih setelah pendekar-pendekar aliran lain bergabung dan memperkaya Khasanah keilmuwan Tapak Suci (membentuk aliran Tapak Suci).Syarat untuk dapat mengikuti pencak silat ini adalah beragama islam (tidak musyrik) dan telaten menjalani tempaan untuk membuahkan ilmu pencak silat islami.

JENJANG TINGKATAN TAPAK SUCI

Untuk menjamin penguasaan keilmuan bagi para anggotanya, Perguruan TAPAK SUCI menganut sistem Jenjang/Tingkat Sabuk.Setiap kenaikan Tingkat Sabuk dilakukan melalui Ujian Kenaikan Tingkat, sehingga sabuk ketingkatan di dalam Perguruan TAPAK SUCI bukanlah merupakan pemberian atau hadiah. Setiap orang di dalam Perguruan TAPAK SUCI dituntut dapat mempertanggung jawabkan Tingkat Sabuk yang disandangnya itu–termasuk dari mana dan dengan cara apa mendapatkannya, dan dituntut sanggup sebagai teladan yang utama.

Perguruan TAPAK SUCI bukanlah sebuah perguruan yang person-centris (berpusat pada pengkultusan seseorang atau sabuk), maka setiap orang dengan tingkat sabuk lebih tinggi tidak dapat merasa seolah-olah bahwa perguruan TAPAK SUCI adalah miliknya sendiri. Hal ini termasuk berlaku pada setiap tingkat Pimpinan. Bahkan sebaliknya, setiap orang di dalam Perguruan TAPAK SUCI memiliki kewajiban yang sama dalam penegakkan hukum dan aturan organisasi. Sebagai gerakan, Perguruan TAPAK SUCI memiliki jalur dan tingkat pimpinan yang jelas yang masing-masing telah diatur wewenang dan wilayah tugasnya. Hal ini menyiratkan bahwa seseorang dengan tingkat sabuk yang lebih tinggi tetap taat pada aturan, karena Hukum dan Aturan adalah kedaulatan tertinggi.

Jenjang ketingkatan di dalam Perguruan TAPAK SUCI terdiri dari 15 (lima belas) tingkat, yang terbagi dalam 3 gugus jenjang besar yaitu: SISWA, KADER, dan PENDEKAR.

Jenjang SISWA

Warna Dasar Sabuk: Kuning

SISWA adalah sebutan untuk murid yang belajar pada Perguruan. Jenjang SISWA adalah jenjang pendidikan utama yang berisi pendasaran, bagi siapa pun yang dibina oleh Perguruan TAPAK SUCI. Masa pendidikan SISWA ditempuh sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan tiap tingkat. Namun ini bukan berarti setiap enam bulan seorang SISWA boleh naik tingkat, tanpa menguasai materi pendidikan dan pembinaan. Setiap SISWA berhak mendapatkan pendidikan dan pembinaan sesuai tingkatnya. Apabila sudah menempuh dan menyelesaikan pendidikan dan pembinaan sesuai tingkatnya, seorang SISWA berhak mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat.

  1. Siswa Dasar – Polos
  1. Siswa Satu – Melati Cokelat Satu
  2. Siswa Dua – Melati Cokelat Dua
  1. Siswa Tiga – Melati Cokelat Tiga
  2. Siswa Empat – Melati Cokelat Empat

 

Jenjang KADER

Warna Dasar Sabuk: Biru

KADER, adalah jenjang bagi seseorang yang telah selesai dan dinyatakan lulus menempuh pendidikan dan pembinaan pada jenjang SISWA. Pendidikan dan pembinaan dilakukan sekurang-kurangnya selama 1 tahun per tingkat. Dalam setahun itu seorang KADER memenuhi seluruh materi pendidikan dan pembinaan sebelum akhirnya dinyatakan SANGGUP untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat. Walaupun sudah lebih dari 1 tahun namun KADER ybs belum selesai menguasai materi pendidikan dan pembinaan, maka KADER ybs dinyatakan tidak sanggup sehingga tidak mendapatkan hak untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat.

Pada jenjang KADER juga dilakukan pendidikan dan pembinaan ke-Pelatih-an. PELATIH, adalah sebutan bagi seseorang yang telah dinyatakan sanggup dan berkemampuan, sehingga kepadanya berhak untuk bertugas sebagai pelaksana pendidikan dan pembinaan untuk jenjang SISWA. Tidak semua KADER itu adalah PELATIH, karena keterbatasan waktu dan lain sebagainya. Namun untuk menjadi PELATIH harus bertingkat KADER. Setiap KADER berlomba-lomba mengumpulkan jam terbang yang tinggi baik dalam kegiatan keilmuan maupun organisasi, termasuk yang berupa penugasan, pendalaman, dan penelitian. Jenjang KADER juga menuntut pergorbanan yang lebih besar serta kesanggupan mempertanggung jawabkan keilmuan dan keahliannya.

  1. Kader Dasar – Polos
  1. Kader Muda – Melati Merah Satu
  2. Kader Madya – Melati Merah Dua
  1. Kader Kepala – Melati Merah Tiga
  2. Kader Utama – Melati Merah Empat

 

Jenjang PENDEKAR

Warna Dasar Sabuk: Hitam

Jenjang PENDEKAR adalah jenjang tertinggi dalam tingkat sabuk di Perguruan TAPAK SUCI. Untuk mencapai jenjang PENDEKAR diperlukan jam terbang yang tinggi karena dituntut memiliki kesanggupan dalam mempertanggung jawabkan keilmuan dan keahliannya, dengan menyumbangkan pengorbanan yang lebih besar serta sanggup menjadi tauladan yang utama.

  1. Pendekar Muda, PMa – Melati Hitam Satu
  2. Pendekar Madya, PMdy – Melati Hitam Dua
  3. Pendekar Kepala, PKa – Melati Hitam Tiga
  1. Pendekar Utama, PUa – Melati Hitam Empat
  2. Pendekar Besar, PBr – Melati Hitam Lima

 

IKRAR ANGGOTA TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

  1. Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata
  2. Mengabdi kepada Allah, berbakti kepada bangsa dan negara, serta membela keadilan dan kebenaran.
  3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
  4. Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihan dan permusuhan.
  5. Patuh dan taat kepada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan.
  6. Dengan IMAN dan AKHLAQ saya menjadi kuat, tanpa IMAN dan AKHLAQ saya menjadi lemah.

Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiim

ARTI LAMBANG TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAHTapak Suci Lahir Pada Tanggal 31 Juli 1963 di Jogjakarta,Didirikan Oleh M.Bari Irsyad dan M.Wahib

  • BENTUK BULAT : Bertekad Bulat
  • BERDASAR BIRU : Keagungan
  • BERTEPI HITAM : Kekal & Abadi Melambangkan Sifat Allah
  • BUNGA MAWAR : Keharuman
  •    WARNA MERAH : Keberanian
  • DAUN KELOPAK HIJAU : Kesempurnaan
  • BUNGA MELATI PUTIH : Kesucian
  • JUMLAH SEBELAS : Rukun Islam & Rukun Iman
  • TANGAN KANAN PUTIH : Keutamaan
  • TERBUKA : Kejujuran
  • BERJARI RAPAT : Keeratan
  • IBU JARI TERTEKUK : Kerendahan Hati
  • SINAR MATAHARI KUNING : Putera Muhammadiyah

Disimpulkan menjadi :

“Bertekad bulat mengagungkan asma ALLAH SWT kekal dan abadi, dengan keberanian menyerbakan keharuman dengan sempurna, dengan kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman, mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati”

MATERI PENDIDIKAN SISWAPERGURUAN SENI BELADIRI INDONESIA
“TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH”

TINGKAT SISWA DASAR

I. KUDA-KUDA DASAR
Kuda-Kuda Atas
Kuda-Kuda Tengah
Kuda-Kuda BawahII. PERUBAHAN BENTUK

DASAR KUDA-KUDA
Kuda-Kuda Berat Badan di Depan
Kuda-Kuda Berat Badan di Belakang
Kuda-Kuda Segaris Menghadap
Kuda-Kuda Segaris Ke Depan
Kuda-Kuda Lipat
Kuda-Kuda Satu Kaki

III. SIKAP BALIK HADAP

Sikap Balik 1
Sikap Balik 2
Sikap Balik 3
Sikap Balik 4
Sikap Balik 5
Sikap Balik 6
IV. CARA MELANGKAH
Melangkah
Menggeser
Dedet
Insut
Lipat
Loncat

V. BENTUK HINDARAN
Tangkai Mawar Tertiup Angin
Harimau Lapar Meliuk Diri
Harimau Tidur
Rajawali Terbang
Mengubah Bentuk Kuda-Kuda

VI. JURUS DASAR
Bunga Mawar Mekar
Bunga Mawar Layu
Belitan Tangkai Mawar
Katak Melempar Tubuh
Naga Terbang
Rajawali Mengibas Sayap
Tandukan Lembu Jantan
Ikan Terbang Menjulang Keangkasa
Ikan Terbang Menggoyang Sirip
Harimau Membuka Jalan
Harimau Menutup Jalan
Terkaman Harimau LaparVII. TEKNIK PRAKTIS
1. A : Bunga Mawar Mekar
B : Katak Melempar Tubuh
2. A : Bunga Mawar Mekar
B : Katak Melempar Tubuh
3. A : Rajawali Mengibas Sayap
B : Naga Terbang
4. A : Ikan Terbang
B : Tandukan Lembu Jantan
5. A : Ikan Terbang Menjulang Keangkasa
B : Rajawali Mengibas Sayap

6. A : Harimau Membuka Jalan
B : Bunga Mawar Layu

7. A : Harimau Membuka Jalan
B : Tandukan Lembu Jantan

8. A : Terkaman Harimau Lapar
B : Bunga Mawar Mekar (Kn)
Bunga Mawar Layu (Kr)

TINGKAT SISWA SATU

I. JURUS DASARPagutan merpati

Merpati mengibas ekor

Merpati mengibas sayap

Tandukan Naga Jantan

Sabetan ikan terbang

Pagutan naga jantan

Sambaran merpati

Sambaran naga

Benturan harimau

Harimau menggoyang ekor

Ikan terbang menerjang sarang

Tandukan lembu jantan

II. SIKAP AWAL

Bunga Mawar Menyongsong Matahari
Sikap Bunga Mawar Mekar
Sikap Katak
Sikap Rajawali
Sikap Lembu Jantan
Sikap Merpati
Sikap Naga
Sikap Ikan Terbang
Sikap Harimau

III. KELOMPOK JURUS DASAR

Bunga Mawar Mekar
Bunga Mawar Layu
Katak Melempar Tubuh
Merpati Mengibas Sayap
Ikan Terbang Menggoyang Sirip
Ikan Terbang Menerjang Sarang
Ikan Terbang Menjulang Ke Angkasa

IV. POLA LANGKAHPola Langkah Paku-Paku
Pola Langkah Segi Tiga
Pola LAngkah Segi Empat

V. GABUNGAN JURUS DASAR
1. Bunga Mawar Mekar(Kn)
Ikan Terbang Menjulang Keangkasa (Kr)
Naga Terbang (Kr)
2. Bunga Mawar Layu (Kn)
Bunga Mawar Mekar(Kn)
Harimau Membuka Jalan (Kr)
Katak Melempar Tubuh (Kn)

 

3. Tandukan Lembu Jantan (Kn)
Ikan Terbang Menjulang Keangkasa (Kr)
Harimau Membuka Jalan (Kr)
Benturan Harimau (Kn)
Merpati Mengibas Sayap (Kr)

4. Rajawali Mengibs Sayap (Kn)
Terkaman Harimau Lapar (Kn)
Katak Melempar Tubuh (Kr)

 

VI. TEHNIK PRAKTIS

1. A : Bunga Mawar Layu, Harimau Membuka Jalan, Katak Melempar Tubuh
B : Katak Melempar Tubuh, Rajawali Mengibas Sayap, Bunga Mawar Mekar

2. A : Bunga Mawar Mekar, Ikan Terbang Menggoyang Sirip, Deder Naga Terbang
B : Katak Melempar Tubuh, Bunga Mawar Layu, Rajawali Mengibas Sayap

3. A : Bunga Mawar Mekar, Terkaman Harimau Lapar
B : Katak Melempar Tubuh

4. A : Rajawali Mengibas Sayap, I T M A, Harimau Membuka Jalan

B : Naga Terbang, Tangkai Mawar Tertiup Angin, Bunga Mawar Layu, Simpuh

MATERI DASAR PENDIDIKAN PENCAK SILAT

SISWA TINGKAT DUA

I. JURUS

1.      Jurus Katak

2.      Jurus Mawar

3.      Jurus Ikan terbang

4.      Jurus Naga

II. PERMAINAN SENJATA

MATERI DASAR PENDIDIKAN PENCAK SILAT

SISWA TINGKAT TIGA

I. JURUS

1.   Jurus Rajawali

2.   Jurus Lembu

3.   Jurus Merpati

4.   Jurus Harimau

II. PERMAINAN SENJATA

GUGUS BESARMATERI KEILMUAN RAGAWISISWA TAPAK SUCI

I. TRADISI TAPAK SUCI

  1. Sikap Hormat
  2. Sikap Duduk
  3. Berdoa
  4. Cara Memakai Sabuk
  5. Sikap Awal
  6. Salam Perguruan

II. TATA GERAK KAKI

  1. Kuda-kuda Dasar
  2. Perubahan Bentuk Kuda-kuda
  3. Melangkah
  4. Sikap Balik
  5. Menggeser
  6. Pola Langkah

III. HINDARAN

  • Lima Bentuk Hindaran

IV. JURUS DASAR

  • 24 Jurus Dasar

V. KELOMPOK JURUS DASAR

  • 13 Kelompok Jurus Dasar
VI. JURUS PERMAINAN

  • Delapan Jurus Permainan

VII. PERMAINAN SENJATA

  • Pegangan
  • Putaran
  • Jurus Dasar
  • Kelompok Jurus Dasar

VIII. TEKNIK PRAKTIS

  • Segi Praktis Tangan Kosong
  • Segi Praktis Bersenjata

IX. SABUNG TERIKAT

X. SABUNG BEBAS

Jurus TAPAK SUCI:

1. Mawar

2. Katak

3. Naga

4. Ikan Terbang

5. Merpati

6. Lembu

7. Rajawali

8. Harimau

 

SUSUNAN PIMPINAN PUSAT
PERGURUAN SENI BELADIRI INDONESIA
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

PERIODE 2006-2011

Penasehat
H.M. Muchlas Abror, PUa
Prof. DR. H.Zamroni, MSc., PUa
Prof. DR. Jumhan Pida, M.Pd., PMdy

Ketua Umum
H. Muchdi Purwopranjono, PBr.

Wakil Ketua Umum
H.M. Rossil B. Saleh, MBA., PUa.

Ketua Dewan Guru
Ismail Navianto, SH., PBr.

Anggota Dewan Guru
Ahmad Dja’far, S.Ag., PBr
H. Haryadi Mawardi, PBr.
Nizam Firdausi, PBr.
Asfandi Hasya, PBr.
M. Tosan Adenan, PBr.
H. Abdullah, BA, PUa.
Alvandi Saleh, PUa.
H.M. Syarif, SE.

Ketua Dewan Pendekar (Departemen Pembinaan dan Pendidikan)
H. Soedjono RS., PBr.

Ketua I (Departemen Pembinaan Prestasi)
Drs. H. Arifuddin Pangka, PBr.

Ketua II (Departemen Pembinaan Organisasi dan Kader)
H.M. Ramli Haba, SH.,MH., PKa.

Ketua III (Departemen Pendayagunaan Sumber Daya)
Prof. DR. Ir. Kusmawan M.Sc., MBA., BBA., PMa.

Ketua IV (Departemen Penelitian dan Pengembangan)
Drs. H. Muhajir Effendi, M.Ap., PMa.

Ketua V (Departemen Hubungan Masyarakat)
Drs. H. Hisbullah Rahman, PBr.

Sekretaris Umum
H. Muhtadi, S.Pd., PUa.

Sekretaris
M. Arri Rusdiyantara, ST., PMa.
Ir. H. Haiban Hadjid, PMa.

Bendahara Umum
H.M. Shiddiq SP., PUa.

Bendahara
H. Dedet Sulaiman, RO,. PUa.

Bidang Kependekaran & Anggota
M. Barie Hadjir Roslin, PBr

Ir. Arief Purwanto, PMa
Bidang Pembinaan Keilmuan
Achmadi A. Nardju, SH, PUa

drh. Heru Isnawan, PMdy

Bidang Pembinaan Fisik & Mental
dr. H.M. Noerhadi, M.Kes, PUa

Drs. M. Ibban Badawi, PUa

Bidang Pembinaan Anggota
Indri Tri Suryanta, PUa

Drs. M. Chawari, PMa
Bidang Pembinaan Prestasi
H.A Fanan Hasanuddin, BA, PUa

Drs. M. Mahfud, PMdy

Bidang Pembinaan Kepelatihan
Ahmad Arif, SE, PKa

Indro Catur Haryono, PMa

Bidang Pembinaan Wasit Juri
Tenis Prasetyo, PUa

Sofa Aqli, S.Pd, PMdy
Bidang Pembinaan KOSEGU
Drs. Fachruddin, PBr

Drs. Hari Purnomo, PMa
Bidang Pembinaan Organisasi Dalam & Luar Negeri
H. Muslimin Mawi, SE, PKa

Drs. Chairul Muriman, PMdy

Bidang Pembinaan Al Islam dan Ke-Muhammadiyah-an
dr. H.. Fauzi AR, PUa

Letkol.Inf. (Purn) M. Afnan Zamhari, PUa
Bidang Pendayagunaan Sumber Daya
Ir. H. Suroto, PKa

Rohib Winastuan, B.Sc, PKa

Bidang Pendayagunaan Usaha
Ir.H. Rosyid Hidayat, PKa

Mulani MK, PUa

Bidang Pendayagunaan Disiplin & Hukum
H. Nukman Muhammad, SH, MH., PUa

Mulfahri Harahap,SH., PMa

Bidang Penelitian & Pengembangan Atlit
DR. Ir. M. Sasmito Jati, M.Sc., PMdy

dr. Thontowi Djauhari, NS, M.Kes., PMa

Zakaria, P.Si

Bintal Yudhana, PMdy

Bidang Penelitian & Pengembangan Pelatih

Drs. Robby Purnomo

Drs. Muhammad Taufik, S.Ag., PMdy

dr. Tomi

M. Ali Imron, S.Pd.

Bidang Penelitian & Pengembangan Wasit Juri
Drs. Sukarno, M.Si., PUa

Kol. Mahmud Dimyati, PKa

Drs. Kusmadiyono, PMdy

Bidang Informasi

Ir. M. Iqbal Rasyid, PMdy

Fitri Gayo

Bidang Komunikasi & Penerbitan

Drs. Dody Rudianto, MM., PUa

M. Suryadi., PUa

 

Bidang Promosi

H.M. Firdaus Akram, SE., PUa

Anggota Pleno

H.A. Rahim, PBr
Drs. Wan Abubakar, MS., M.Si., PKa
Ir. Nazmi AL, PKa
Drs. H. Rudjito, PUa
Drs. H. Achmad Rubaie, MH
H. Rustam Effendi, SE., PKa
H. Darmadi, S.Pd., PUa
H. Muchlis, PMdy
Handoko Sudrisman, SH., PKa
Dr.Ir. Chablullah Wibisono, MM., PUa

DOA PENUTUP

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM

ALLAHUMMA ARINAL HAKKO HAKKO  WARZUKNA TIBA’A ,

WA ARINAL BATILA-BATILA WARZUKNAJ TINABA ,

WALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIN

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah tunjukanlah kepadaku yang hak itu hak dan berikan kekuatan untuk menjalankannya dan tunjukannlah kepadaku yang bathil itu bathil kekuatan untuk menghindarinya

TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

Posted: September 29, 2012 in Uncategorized

DOA PEMBUKA
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Asyhaduanlaailaaha illallaah,
Wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah.
Radhiitu billaahi robba,
Wa bil Islaami diina,
Wabimmuhammadinnabiyya wa rasuula

Ikrar Anggota
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

1. Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata
2. Mengabdi kepada Allah, berbakti kepada bangsa dan negara, serta membela keadilan dan kebenaran.
3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
4. Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihan dan permusuhan.
5. Patuh dan taat kepada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan.
6. Dengan IMAN dan AKHLAQ saya menjadi kuat, tanpa IMAN dan AKHLAQ saya menjadi lemah.
Laa hawla wa laa kuwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiim

Arti lambang
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

Bentuk bulat : Bertekad Bulat
Berdasar biru : Keagungan
Bertepi hitam : Kekal dan abadi melambangkan sifat ALLAH SWT
Bungan Mawar : Keharuman
Warna Merah : Keberanian
Daun Kelopak hijau : Kesempurnaan
Bunga Melati Putih : Kesucian
Jumlah Sebelas : Rukun Islam dan rukun Iman
Tangan Kanan Putih : Keutamaan
Terbuka : Kejujuran
Berjari Rapat : Keeratan
Ibu jari tertekuk : Kerendahan Hati
Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah

Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama
“TAPAK SUCI”,
yang mengandung arti:

Bertekad bulat mengagungkan asma ALLAH Subhanahuwata’ala, kekal dan abadi.
Dengan keberanian menyerbakkan keharuman dengan sempurna.
Dengan Kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman.
Mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati.

Materi Tapak Suci
A. Keislaman
1. Rasulullah
Rasulullah pembawa risalah Islam, Islam dalam pengertiannya berasal dari Dinul Islam yang berarti agama keselamatan atau agama pembawa kehidupan yang selamat.
Pembawa risalah ini adalah seorang Nabi atau Rasul yang terlahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Gajah di Kota Mekah pada Zaman Jahiliyah, bernama Nabi Muhammad SAW.
Beliau dilahirkan dari seorang Ibu bernama Siti Aminah dan Bapaknya bernama Abdullah semasa hidupnya beliau diasuh dan dibesarkan oleh kakeknya selama 2 tahun yang bernama Abdul Mutholib beliaupun mempunyai seorang paman bernama Abu Tholib. Rasulullah sejak kecil mendapat gelar Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Selain itu beliau memiliki sifat-sifat terpuji lainnya, dan yang diantaranya :
Shiddiq : Benar
Amanah : Dapat dipercaya
Fathonah : Cerdas
Penyampai : Penyampai
Ibu Nabi Muhammad pada saat beliau berumur 16 tahun kemudian beliau diasu dan disusui oelh seorang hamba sahaya yang bernama Halimatussa’diyah dan tinggal di pedesaan itu selama 5 tahun. Usia 8 tahun beliau diasuh pemannya sampai dewasa.
Nabi diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun dan menerima wahyu di Gua Hira tepatnya pada 17 Ramadhan yaitu surat Al-‘Alaq, ayat pertama berbunyi Iqro bismirobbikal ladzikholaq yang artinya bacalah atas nama tuhanmu yang menciptakan.
Rasulullah menikah pada usia 25 tahun dengan seorang janda kaya bernama Siti Khodijah dan beliaulah wanita yang mengakui kerasulan NAbi serta masuk islam. Rasululla menjadi haji pada 8 Zulhijjah 10 H (7 Maret 632 M).
Keajaiban atau Mu’jizat Nabi yang paling besar adalah Kitab Suci Al-Quran yang terdiri dari 30 Juz 114 surat 6666 ayat, diturunkan selama kurang lebih 22 tahu 2 bulan 22 hari. Nabi meninggal pada 12 RAbiul Awwal tahun 11 Hijriyah bertepatan dengan 9 Juli 632 M pada usia 63 tahun.
Selain Siti Khodijah wanita pertama yang mengakui kerasulan Nabi dan masuk Islam, ada juga laki-laki dewasa pertama dan anak kecil pertama yang mengakui kerasulan Nabi dan masuk islam yaitu Abu Bakar Assidiq dan Ali bin Abi Thalib.
Al-Quran dishaf dan dibukukan oleh para Shabat Nabi yaitu Utsman bin Affan, yang terdiri dari dua bagian, yaitu yang diturunkan di Mekkah dinamakan Surat Makiyah dan yang diturunkan di Madinah dinamakan surat Madaniyah.
Dalam masa perjuangan dakwahnya, beliau dibantu oleh Shabat-shabatnya yang dikenal sebagai Kholifah, diantaranya :
1. Abu Bakar Assidiq
2. Umar bin Khattab
3. Utsman bin Affan
4. Ali bin Abi Thalib

2. Hukum dan Ketetapan Islam
Dalam islam ada dua hokum yang pasti dan sudah menjadi ketentuan yang di jadikan pedoman hidup yaitu Al-Quran dan As-Sunnah (Al-Hadits), perbedaan keduanya adalah :
 Al-Quran adalah firman Allah SWT, yang telah baku dan pasti ketetapan tidak dapat dirubah.
 Al-Hadits adalah sikap dan tingkah laku Nabi yang di jadikan contoh untuk kehidupan umatnya.
Islam menetang keras terhadap sikap yang dilakukan tanpa adanya contoh dan ketentuan yang demikian oleh hokum Allah SWT. Dan Sunnah Nabi Muhammad SAW karena hal yang demikian dinakaman Bid’ah, satu hal lagi yang bertentangan keras dengan islam adalah sikap menyekutukan Allah SWT. Yang disebut dengan kemusyrikan, orang yang berbuat demikian dinamakan orang murtad.

B. Keorganisasian
1. Organisasi Muhammadiyah
Pengertian Muhammadiyah :
 Secara bahasa, terdiri dari dua kata yaitu Muhammad artinya Nabi Muhammad dan Iyah artinya pengikut. Arti secara keseluruhan menurut bahasa yakni pengikut Nabi Muhammad SAW, yang dalam kehidupannya berpegang pada hokum Allah SWT. Serta mengikuti contoh Rasulullah (Al-Hadits).
 Menurut Istilah, Muhammadiyah adalah suatu badan persyarikatan yang berasaskan islam bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada 8 Zulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 Nopember 1912 M, oleh seorang tokoh islam bernama KH. Ahmad Dahlan.
Maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, menegakan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga masyarakat utama yang adil dan makmure diridhoi Allah SWT.
Dalam pergerakannya, Muhammadiyah dibantu oelh lembaga-lembaga yang disebut Majelis, diantaranya :
1. Majelis Tabligh, yang bergerak dibidang Dakwah Islam melalui berbagai metode, dan alat sarana termasuk pelayanan lain yang menyangkut masalah-masalah Dakwah.
2. Majelis Pendidikan dan Kebudayaan, amal usahanya pembaharuan serta memperluas ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan penelitian menurut tuntunan islam.
3. Majelis Tarjih, bertugas mempergiat dan memperdalam penyelidikan ilmu agama islam untuk mendapatkan kemurnian dan kebenarannya.
4. Majelis Pustaka, menumbuhkan dan melayani kesadaran tentang kepentingan bidang pustaka dan pengembangan ilmu-ilmu islam dan ilmu pengetahuan sebagai usaha untuk mencerdaskan bangsa yang menjadi objek dakwah islamiyah serta sasaran pembinaan warga menuju yang ingin dicapai.
5. Majelis Wakaf dan Kerharta Bendaan, melayani pergerakan dan memelihara perwakafan umat islam serta benda-benda wakaf agar dapat diambil manfaatnya untuk kepentingan umat.
6. Majelis Pembina Ekonomi, melayani bimbingan masyarakat kearah perbaikan kehidupan dan penghidupan ekonomi yang sesuai dengan ajaran islam rangka pembangunan manusia seutuhnya.
Dalam pergerakannya, Muhammadiyah disebut sebagai induk persyarikatan dari organisasi maka secara otomatis dalam pergerakannya juga dibantu oleh organisasi yang berada dibawah naungannya yang disebut organisasi otonom (ortonom) yaitu :
1. Aissyiah, beranggotakan orang-orang Muhammadiyah ibu-ibunya saja
2. Nassyiatul Asissyiah (NA), beranggotakan aktifitas muda putri Muhammadiyah.
3. Pemuda Muhammadiyah, beranggotakan kaum pemuda
4. Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), berangotakan remaja-remaja pelajar Muhammadiyah.
5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), beranggotakan mahasiswa mahasiswi Muhammadiyah.
6. Tapak Suci, beranggotakan semua aktifitas yang menekuni bidang bela diri baik oleh raga maupun seni.
Pimpinan Muhammadiyah pertama adalah KH. Ahmad Dahlan dan telah mendapat pergantian setiap lima tahun sekali melalui muktamar Muhammadiyah, dan pada muktamar ke 44 di Jakarta telh terpilih Prof.dr. M. Syafei Ma’arif. Setiap anggota Muhammadiyah harus memiliki Nomor Baku Muhammadiyah (NBM).

2. Organisasi Tapak Suci
A. Sejarah Singkat Tapak Suci
Bermula pada beberapa nama perguruan, diataranya :
a. Banjaran berasal dari Banjar Negara pimpinan KH. Busar Syuhada
b. Cikauman dipimpin oelh kakak beradik yaitu M. Wahid dan A. Dimiati.
c. Seranoman (cikauman utara) dipimpin oleh Syamsudin
d. Kasegu Perguruan ini diberi nama sesuai dengan nama senjata khas Tapak Suci, sekarang berbentuk atau berlapal Muhammad yang diciptakan oleh pendekar Moch. Barie Irsad.
Tapak Suci berdiri diatas dasar penjuangan tokoh-tokoh perguruan di atas yang di prakarsai oleh M. Wahid dan A. Dimiati mereka ini adalah murid dari guru besar KH. Busra Syuhada, hal ini disetujui oleh kalangan pendekar islam sehingga pada 10 Rabiul Awal olah raga seni bela diri yang berasaskan islam.
B. Tujuan Tapak Suci
Memberikan pelajaran dan bimbingan pencak silat sebagai ilmu bangsa yang bermoral serta memberikan pencak silat dari pengaruh ilmu-ilmu sesaat yang diwarnai dengan syirik, bid’ah, tahayul dan khufarat juga sebagai pelopor dan pelangsung amal usaha persyarikatan Muhammadiyah.
C. Sifat dan Kepribadian Tapak Suci
Tapak Suci beraqidah islam bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah berjiwa persaudaraan berada di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom.
Muqodimah Tapak Suci terdapat dalam Surat Al-Anfal ayat 60, yang berbunyi :
D. Maksud dan Tujuan Tapak Suci
1. Mendidik serta membina ketangkasan dan keterampilan Pencak Silat Bela Diri Indonesia.
2. Memelihara kemurnian pencak silat agar sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral.
3. Melalui bekal diri menggembirakan dan mengamalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam mempertimbangkan ketahanan nasional.
4. Pelopor pelangsung pergerakan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah.
E. Tokoh-tokoh yang menjadi Tim pembentukan Perguruna Tapak Suci.
1. Nama Perguruan : M. Barie Irsjad, M. Rustam Djunbad
Dan Moh. Djakfal.
2. Penyusun AD dan ART : M. Rustam Djunbad
3. Doa dan Ikrar : H. Djarnawi Hadikusuma
4. Lambang Perguruan : M. Fahmi Iskhom
5. Lambang Anggota : Suharto Suja
6. Lambang KASEGU : Ajib Hamzah
7. Bentuk dan Warna Pakaian : Zundar Weisman dan Anis Susanto
F. Doa Pembuka Tapak Suci
Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya ridho bertuhankan Allah SWT. Saya ridho beragamakan islam dan saya ridho bernabi dan berasulkan Muhammad SAW. Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan pahamkanlah hamba ini”
G. Doa Penutup Tapak Suci
Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah tunjukanlah kepadaku yang hak itu hak dan berikan kekuatan untuk menjalankannya dan tunjukannlah kepadaku yang bathil itu bathil kekuatan untuk menghindarinya, Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.
H. Keanggotaan Tapak Suci
Terdiri dari siswa, anggota penuh, dan anggota kehormatan :
1. Siswa, yang dapat diterima menjadi siswa adalah anak-anak remaja, dewasa putraputri beragama islam.
2. Anggota Penuh, terdiri dari kader, pendekar dan pimpinan Tapak Suci yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan yang telah diatur di
I. Permusyawaratan
1. Muktamar adalah musyawarah tertinggi Tapak Suci yang diadakan lima tahun sekali
2. Tanwir adalah musyarah tertinggi di bawah muktamar yang diadakan menurut kebutuhan.
3. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) merupakan rapat kerja bidang tertentu yang diadakan atas undangan pimpinan pusat.
4. Musyawarah Wilayah (MUSWIL) adalah di tingkat wilayah yang diadakan oleh pimpinan wilayah Tapak Suci.
5. Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) merupakan rapat kerja bidang tertentu yang diadakan atas undangan pimpinan wilayah.
6. Musyawarah Daerah (MUSDA) musyawarah yang diadakan oleh pimpinan daerah.
7. Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) adalah rapat kerja bidang tertentu yang diadakan atas undangan pimpinan daerah.
J. Struktur Organisasi
1. Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) yang diangkat dan disahkan oleh tanwir.
2. Pimpinan Pusat Tapak Suci adalah pimpinan tertinggi berkedudukan di Negara atau ibu kota.
3. Pimpinan Wilayah berkedudukan di Provinsi daerah tingkat I
4. Pimpinan Daerah berkedudukan di sertiap kabupaten atau kota madya
5. Pimpinan Cabang setiap unit-unit yang berada dalam lingkup kabupaten.
K. Lambang Tapak Suci
1. Bentuk Bulat : Bertekad bulat
2. Berdasar Biru : Keagungan
3. Bertepi Hitam : Kekal Abadi
4. Bungan Mawar : Keharuman
5. Warna Merah : Keberanian
6. Bunga Melati Sebelas : Rukun Iman dan Rukun Islam
7. Bunga Melati Putih : Kesucian
8. Daun Kelopak Hijau : Kesempurnaan
9. Tangan Kanan : Keutamaan
10. Terbuka : Kejujuran
11. Berjari Rapat : Persaudaraan
12. Ibu Jari Ditekuk : Kerendahan Hati
13. Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah
Arti keseluruhan :
Bertekad bulat mengagungkan asma Allah SWT, kekal abadi dengan keberanian menyebarkan keharuman dengan sempurna dengan kesucian menunaikan rukun iman dan rukun islam mengutamakan persaudaraan dan kejujuran dengan kerendahan hati.
Motto Tapak Suci Putera Muhammadiyah :
“Dengan Iman Dan Akhlaq Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman Dan Akhlaq Saya Menjadi Lemah”

L. Jenjang Pendidikan atau Tingkatan Tapak Suci :.
1. Tingkat Siswa :
 Siswa sampai dengan siswa dasar empat
2. Tingkat Kader :
 Kader Dasar, sabuk biru polos
 Kader Muda, sabuk biru melati merah Satu
 Kader Madya, sabuk biru melati merah dua
 Kader Kepala, sabuk biru melati merah tiga
 Kader Utama, sabuk biru melati merah empat
3. Tingkat Pendekar :
 Pendekar Muda, sabuk hitam melati merah Satu
 Pendekar Madya, sabuk hitam melati merah dua
 Pendekar Kepala, sabuk hitam melati merah tiga
 Pendekar Utama, sabuk hitam melati merah empat
 Guru Besar, sabuk hitam melati merah lima

MATERI DASAR PENDIDIKAN PENCAK SILAT
UNTUK SISWA
Materi dasar pendidikan pencak silat Tapak Suci untuk siswa ( ragawi ) terdiri dari :
I. Tradisi Tapak Suci
II. Tata Gerak Kaki
III. Hindaran
IV. Jurus Dasar
V. Sikap Awal
VI. Teknik Praktis
VII. Permainan Jurus
VIII. Permainan Senjata

MATERI DASAR PENDIDIKAN PENCAK SILAT
SISWA TINGKAT DASAR

I. TRADISI TAPAK SUCI
Adalah Suatu tatanan perguruan yang diwujudkan dalam tingkah laku dan amal perbuatan.
Adapun Tradisi tersebut diajarkan dalam bentuk :
1. Cara Memakai sabuk
2. Cara Berdiri
a. Cara berdiri siap
b. Cara berdiri bebas
3. Cara Hormat
4. Cara Duduk
4.1. Cara duduk siap
4.2. Cara duduk bebas
5. Upacara Pembukaan dan Penutupan

II. TATA GERAK KAKI
1. Kuda-kuda
1.1. Kuda-Kuda Dasar
1.1.1. Kuda-kuda Atas
1.1.2. Kuda-kuda Tengah
1.1.3. Kuda-kuda Bawah
1.2. Perubahan Kuda-Kuda
1.2.1 Kuda-kuda berat badan didepan
1.2.2 Kuda-kuda berat badan dibelakang
1.2.3 Kuda-kuda segaris menghadap
1.2.4 Kuda-kuda segaris kedepan
1.2.5 Kuda-kuda lipat
1.2.6 Kuda-kuda satu kaki
1.3. Cara Balik Hadap
1.3.1 Sikap balik 1
1.3.2 Sikap balik 2
1.3.3 Sikap balik 3
1.3.4 Sikap balik 4
1.3.5 Sikap balik 5
1.3.6 Sikap balik 6
1.4. Cara-cara Melangkah
1.4.1. Melangkah
1.4.2. Menggeser
1.4.3. Ingsut luar
1.4.4. Ingsut dalam
1.4.5. Menggeser Samping
1.4.6. Dedet
1.4.7. Lipat
1.4.8. Loncat

III. HINDARAN
1. Tangkai mawar tertiup angin
2. Harimau meliup diri
3. Harimau tidur
4. Rajawali Terbang
5. Merubah bentuk kuda-kuda

IV. JURUS DASAR.
1. Katak melempar tubuh
2. Bunga mawar mekar
3. Naga terbang
4. Rajawali mengibas sayap
5. Ikan terbang menjulang ke angkasa
6. Terkaman harimau lapar
7. Ikan terbang menggoyang sirip
8. Rajawali mengibas sayap
9. Harimau membuka jalan
10. Tandukan lembu jalan
11. Harimau menutup jalan
12. Bunga mawar mekar

V. TEKNIK PRAKTIS (Berpasangan)
Adalah satu cara untuk mendapatkan rangkuman yang serasi dan benar dari tata gerak kaki dan lontaran jurus dasar yang bertumpu pada kecepatan ,ketepatan dan kekuatan.
Teknik Praktis 1 : a. Katak melempar tubuh (kn)
b. Bunga Mawar mekar (kn)
Teknik Praktis 2 : a. Naga terbang (kn)
b. Rajawali mengibas sayap (kn)
Teknik Praktis 3 : a. Ikan terbang menjulang keangkasa (kn)
b. Terkaman harimau lapar (kn)
Teknik Praktis 4 : a. Ikan terbang menggoyang sirip (kn)
b. Rajawali mengibas sayap (kn)
Teknik Praktis 5 : a. Harimau membuka jalan (kn)
b. Tandukan lembu jantan (kn)
Teknik Praktis 6 : a. Harimau menutup jalan (kn)
b. Bunga Mawar mekar (kn)

Untuk barisan ( a ) selalu awalan Kuda-kuda kiri depan
Untuk barisan ( b ) : Teknik praktis 1 dan 3 Kuda-kuda kiri depan
Teknik praktis 2,4 s/d 6 Kuda-kuda kanan depan

MATERI DASAR PENDIDIKAN PENCAK SILAT
SISWA TINGKAT SATU

I. JURUS DASAR.
Pagutan merpati
Katak melempar tubuh
Rajawali mengibas saya
Merpati mengibas sayap
Tandukan Naga Jantan
Sabetan ikan terbang
Pagutan naga jantan
Sambaran merpati
Sambaran naga
Benturan harimau
Harimau menggoyang ekor
Ikan terbang menerjang sarang

IV. POLA LANGKAH
1. Langkah Segi Tiga
2. Langkah Segi Empat
3. Langkah Paku-paku

MATERI DASAR PENDIDIKAN PENCAK SILAT
SISWA TINGKAT DUA

I. JURUS
1. Jurus Katak
2. Jurus Mawar
3. Jurus Ikan terbang
4. Jurus Naga

II. PERMAINAN SENJATA

MATERI DASAR PENDIDIKAN PENCAK SILAT
SISWA TINGKAT TIGA

I. JURUS
1. Jurus Rajawali
2. Jurus Lembu
3. Jurus Merpati
4. Jurus Harimau

II. PERMAINAN SENJATA

MATERI
PENDIDIKAN DAN LATIHAN
KADER DASAR TAPAK SUCI

Oleh : Muhammad Rustam Djundab
Kadep. Kependekaran & Keilmuan
P.P. TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

PENDAHULUAN
Materi Pendidikan dan Latihan Kader Dasar TAPAK SUCI (Latihan Kader Pimpinan TAPAK SUCI) berisikan pengertian dari Kurikulum Pendidikan dan Latihan Siswa TAPAK SUCI. Adapun bentuk-bentuk Jurus Dasar, Langkah,dan Pola Langkah termasuk didalamnya adalah pengertian Medan Sasaran.
Penyajian dari Penggunaan dan Kegunaan dibatasi pada bentuk-bentuk dasar yang ada pada Kurikulum Pendidikan Siswa TAPAK SUCI untuk permainan TANGAN KOSONG dan pengembangan untuk permainan SENJATA. Sedang bentuk-bentuk Jurus Dasar akan ditampilkan dengan beberapa bentuk ARAH dan LINTASAN untuk praktek tangan kosong, untuk bersenjata ditampilkan bentuk-bentuk senjata pendek, panjang dan lentur.

PEMBINAAN DASAR ALAT PENYASAR
Untuk mendapatkan kegunaan yang optimal alat-alat penyasar perlu dilakukan pembinaan alat-alat penyasar dengan tepat. Adapun yang diberikan dalam tuntunan ini adalah pembinaan dasar yang kemudian dapat ditingkatkan pembinaannya dengan alat-alat peraga yang lebih memenuhi persyaratan.

1. BUNGA MAWAR MEKAR
Alat penyasar : Pangkal telapak tangan luar tertekuk
Fungsi : Tangkisan
Lintasan : Lurus, lingkar
Sasaran : Alat peraga

2. BUNGA MAWAR LAYU
Alat penyasar : Telapak tangan dalam
Fungsi : Tangkisan, serangan
Lintasan : Lingkar, lurus
Sasaran : Alat peraga

3. BELITAN TANGKAI MAWAR
Alat penyasar : Pangkal jari dalam dan luar-pangkalsiku
Fungsi : Tangkisan belit, serangan belit
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

4. KATAK MELEMPAR TUBUH
Alat penyasar : Pangkal jari telunjuk dan tengah luar
Fungsi : Serangan, tangkisan bentur
Lintasan : Lurus, lingkar
Sasaran : Alat peraga

5. NAGA TERBANG
Alat penyasar : Sisi telapak tangan luar
Fungsi : Serangan, tangkisan bentur
Lintasan : Lingkar, lurus
Sasaran : Alat peraga

6. TANDUKAN NAGA JANTAN
Alat penyasar : Ujung keempat jari terbuka rapat
Fungsi : Serangan, tangkisan bentur
Lintasan : Lurus
Sasaran : Alat peraga

7. RAJAWALI MENGIBAS SAYAP
Alat penyasar : Pangkal telapak tangan luar/dalam sejarak 3 cm
Fungsi : Serangan, tangkisan, tangkisan bentur
Lintasan : Lingkar, lurus
Sasaran : Alat peraga

8. TANDUKAN LEMBU JANTAN
Alat penyasar : Pangkal siku luar dan tengah
Fungsi : Serangan, tangkisan
Lintasan : Lingkar

9. IKAN TERBANG MENJULANG KE ANGKASA
Alat penyasar : Pangkal telapak jari kaki dalam
Fungsi : Serangan, tangkisan bentur
Lintasan : Lurus
Sasaran : Alat peraga

10.IKAN TERBANG MENGGOYANG SIRIP
Alat penyasar : Punggung telapak kaki luar
Fungsi : Serangan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

11.HARIMAU MEMBUKA JALAN
Alat penyasar : Tumit kaki bagian dalam
Fungsi : Serangan
Lintasan : Lurus, lingkar
Sasaran : Alat peraga

12.HARIMAU MENUTUP JALAN
Alat penyasar : Tumit kaki bagian luar
Fungsi : Serangan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

13.TERKAMAN HARIMAU LAPAR
Alat penyasar : Pangkal telapak kaki dalam sejarak 3 jari
Fungsi : Serangan sapuan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

14.PAGUTAN MERPATI
Alat penyasar : Sendi kedua keempat jari bagian luar
Fungsi : Serangan, tangkisan bentur
Lintasan : Lurus, lingkar
Sasaran : Alat peraga

15.MERPATI MENGIBAS SAYAP
Alat penyasar : Pangkal telapak tangan dalam
Fungsi : Serangan, tangkisan bentur
Lintasan : Lingkar, lurus
Sasaran : Alat peraga

16.MERPATI MENGIBAS EKOR
Alat penyasar : Pangkal telapak tangan luar
Fungsi : Serangan, tangkisan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

17.SAMBARAN MERPATI
Alat penyasar : Pangkal jari telunjuk-ibu jari
Fungsi : Serangan/tangkisan genggam
Lintasan : Lurus, lingkar
Sasaran : Alat peraga

18.SAMBARAN NAGA
Alat penyasar : Ujung kelima jari tangan terbuka
Fungsi : Serangan cengkraman
Lintasan : Lurus, lingkar
Sasaran : Alat peraga

19.PAGUTAN NAGA JANTAN
Alat penyasar : Ujung kelima jari tangan rapat
Fungsi : Serangan pagutan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

20.SABETAN IKAN TERBANG
Alat penyasar : Pangkal telapak kaki luar sejarak 3 jari
Fungsi : Serangan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

21.IKAN TERBANG MENERJANG SARANG
Alat penyasar : Tempurung lutut tertekuk luar
Fungsi : Serangan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

22.KIBASAN HARIMAU
Alat penyasar : Mata kaki luar
Fungsi : Serangan, tangkisan bentur
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

23.HARIMAU MENGGOYANG EKOR
Alat penyasar : Sisi telapak kaki luar
Fungsi : Serangan
Lintasan : Lingkar
Sasaran : Alat peraga

24.BENTURAN HARIMAU
Alat penyasar : Seluruh permukaan telapak kaki dalam
Fungsi : Serangan, tangkisan
Lintasan : Lurus
Sasaran : Alat peraga

DOA PENUTUP
BISMILLAHIRAHMANIRAHIM
ALLAHUMMA ARINAL HAKKO HAKKO WARZUKNA TIBA’A
WA ARINAL BATILA-BATILA WARZUKNAJ TINABA
WALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIN